Pertamina Drilling Perkuat Kolaborasi Global Lewat MoU Teknologi Pemboran Lateral d UAE

Entertainment498 Dilihat

ABU DHABI, SEPUTARSUMATERA.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperluas kolaborasi dan inovasi di bidang teknologi pemboran. Pertamina Drilling menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi asal internasional, PGI Technologies Perfobore perusahaan International yang berpusat di UAE, terkait penerapan teknologi pemboran lateral di Indonesia. MoU berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Selasa (4/11).

Penandatanganan MoU ini ditanda tangani langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita. Langkah ini menandai komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi terkini untuk berkontribusi dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional, meningkatkan efisiensi, dan produktivitas operasi pemboran nasional.

MoU ini dilaksanakan pada saat acara International Engagement & Investment Forum yang digelar oleh KBRI UAE, ESDM, SKK Migas dan Pertamina disaksikan langsung oleh Duta Besar RI UAE, Judha Nugraha, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Staf Ahli ESDM Nanang Abdul Manaf dan Wakil Dirut Pertamina Oki Muraza.

READ  Konser Musik Hingga Laser Show, Juicy Luicy Meriahkan Malam Tahun Baru 2026 di The Breeze BSD City

Lalu, VP Technology Development Pertamina Ali Sundja, VP Marketing & Commercial Pertamina Drilling Firmansyah Arifin dan para peserta yang hadir dalam International Engagement & Investment Forum termasuk perusahaan-perusahaan Migas di UAE, Stakeholder, Perusahaan jasa pendukung migas, dispora dan profesional migas yang tergabung dalam IATMI UEA serta peserta lainnya.

PGI Technologies Ltd adalah perusahaan provider teknologi Extended reach Reservoir Access (ERRA), yang berfokus pada pengembangan dan penerapan sistem pemboran radial mekanis Perfobore serta aplikasi terkaitnya yang berpusat di Abu Dhabi, UEA.

Teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA) yang memungkinkan pengeboran horizontal hingga 4 – 8 arah lateral dalam 1 lubang pemboran. Inisiasi awal teknologi ini dimulai dari studi yang di lakukan oleh fungsi riset Technolgy Innovation (TI) PT Pertamina (persero) yang ditindak lanjuti oleh Pertamina Drilling sebagai arm length dari Pertamina.

READ  Viral di Medsos, Patung Macan Putih di Kediri Jatim Mirip Perpaduan Badak dan Kudanil

Alasan utama studi ini terkait dengan penambahan produksi untuk sumur-sumur existing dengan tipe reservoir yang sudah menurun (depleted) dan reservoir yang tipis (tight reservoir) dimana area penyerapan reservoir lebih luas daripada metode konvensional. Teknologi ini dinilai dapat secara signifikan meningkatkan laju produksi fluida atau gas dari formasi target, serta berpotensi diterapkan pada sektor minyak dan gas, panas bumi (geothermal), Carbon Capture Storage (CCS), hingga pertambangan.

Technology ini sudah berhasil di implementasikan pada 155 sumur (56 Lapisan sand stone & 99 Lapisan Karbonat) dengan pengalaman hasil kenaikan produksi dapat mencapai 5 kali dari initial pada batuan karbonat dan 10 kali kenaikan pada batuan pasir di beberapa negara timur tengah seperti UAE, Arab Saudi, Oman, Mesir, Russia dan beberapa negara lainnya.

READ  Minimalkan Risiko, Maksimalkan Presisi di Rig Pengeboran, Inovasi Sub-Gyro Pertamina Drilling Raih Penghargaan Internasional

Kerja sama ini juga sejalan dengan program pengembangan teknologi dan inovasi di lingkungan Pertamina Drilling, khususnya dalam pengembangan unit bisnis Directional Drilling. MoU ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjawab peluang untuk pekerjaan Extended Reach Reservoir Access (ERRA) yang akan menjadi tonggak awal penerapan teknologi tersebut di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menyampaikan, “Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling berharap dapat memperkuat jejaring global serta mempercepat transfer teknologi untuk mendukung kemandirian energi nasional. Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pertamina Drilling dalam mengintegrasikan inovasi global dengan kapasitas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di peta industri energi dunia”.