Pertamina Patra Niaga Gerakkan Masyarakat Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Guwosari

Berita, Daerah5 Dilihat

BANTUL, SEPUTARSUMATERA.COM – Sampah tidak selalu harus berakhir menjadi persoalan. Di Guwosari, Bantul, Yogyakarta, pengelolaan sampah justru berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Yakni melalui program Go Sari yang dibina Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Rewulu sejak 2023.

Melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi sampah dari sumbernya, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengelolaan hingga menciptakan nilai ekonomi.

Saat ini, TPS3R Guwosari mampu mengelola sekitar 4,5 ton sampah setiap hari dan mampu membuka green jobs bagi 27 orang pekerja, yang telah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, Program Go Sari merupakan contoh bahwa keberlanjutan dapat dibangun dari hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

READ  Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana upaya tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Di Guwosari, mereka melihat bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dikelola menjadi peluang, membuka ruang usaha.

Sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Mars Ega, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ini menunjukkan keberadaan Pertamina Patra Niaga tidak hanya bertugas dalam menjaga ketahanan energi.

Tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberikan economic and social value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

VP Community, Involvement, & Developmeny Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati mengatakan, pengembangan Go Sari dirancang untuk membangun ekosistem yang memberikan manfaat secara berkelanjutan, mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.

Pertamina Patra Niaga ingin program CSR tidak berhenti pada pemberian fasilitas atau bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang bisa berjalan bersama masyarakat.

READ  Sosialisasi JKN Gencar Digelar BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI di Ogan Ilir

“Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang,” ungkap Dian.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, TPS3R Guwosari juga berkembang menjadi pusat edukasi pengelolaan lingkungan.

Sebanyak 21 instansi dan perguruan tinggi juga telah menjadikan TPS3R Guwosari sebagai lokasi pembelajaran mengenai praktik pengelolaan sampah.

Dampak sosial program tersebut juga diperluas melalui kolaborasi dengan Rutan Kelas IIB Bantul.

Sebanyak 30 warga binaan dilibatkan dalam kegiatan sebagai pengrajin eco furniture, dengan memanfaatkan material yang dapat diolah kembali.

Kolaborasi dengan Rutan Bantul dinilainya menjadi bagian penting, karena mereka ingin memastikan manfaat program dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

READ  Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

“Melalui keterampilan membuat eco furniture, warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Dian.

Local Hero TPS3R Guwosari, Hendry, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga yang telah mendampingi pengembangan TPS3R Guwosari, hingga menjadi pusat pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan yang dikenal luas.

“Berkat dukungan dan komitmen Pertamina Patra Niaga, TPS3R Guwosari terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Kini, TPS3R Guwosari juga menjadi tempat belajar pengelolaan sampah yang dikenal oleh berbagai kalangan dan instansi, baik di Yogyakarta maupun dari berbagai daerah di Indonesia.

Program Go Sari ini diharapkan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No. 13 Penanganan Perubahan Iklim dan No. 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.