OGAN ILIR, SEPUTARSUMATERA.COM – Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk ‘Pemberdayaan UMKM Melalui Pendekatan Integrated Business Development (Digitalisasi, Legalitas dan Manajemen Keuangan)’.
Program tersebut di Desa Ulak Kerbau Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, 22 September 2026.
PkM tersebut diketuai oleh Lisa Mandasari, S..I.P., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsri dan 5 (lima) anggotanya, yakni Dian Anggraini, S.I.P., M.Si., Riza Adelia Suryani, S.Sos., M.Si., Yunita, S.Pd., S.H., M.H., Istiqoma, S.Sos., M.A., Dr. Erisa Ardika Prasada, M.H..
Kegiatan itu menyasar pelaku UMKM penjahit pakaian, pedagang, usaha kerupuk/kemplang, roti dan lain sebagainya di Desa Ulak Kerbau Lama.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan usaha secara lebih profesional melalui pendekatan terpadu yang mencakup aspek digitalisasi, legalitas usaha, dan manajemen keuangan.
Program PkM itu didanai sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSRI, sebagai bagian dari komitmen Unsri dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.
Pendekatan Integrated Business Development dalam kegiatan ini menempatkan ketiga aspek tersebut sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pengembangan usaha.
Bagi UMKM, kemampuan menjahit dan menghasilkan produk yang berkualitas perlu didukung dengan kemampuan memasarkan jasa secara lebih luas, memenuhi aspek legalitas usaha, serta mengelola keuangan secara tertib.
Pada aspek digitalisasi, dengan pemateri Istiqoma, S.Sos., M.A., pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran jasa jahit.
Pemanfaatan media sosial dan platform digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil jahitan, model pakaian, portofolio pekerjaan, serta informasi layanan kepada calon pelanggan di luar lingkungan sekitar desa.

Digitalisasi juga diarahkan untuk membantu pelaku usaha membangun identitas usaha yang lebih profesional.
Dokumentasi hasil jahitan dan penyajian informasi layanan secara menarik dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran yang memungkinkan calon pelanggan mengenali kualitas dan jenis layanan yang tersedia.
Selanjutnya, aspek legalitas usaha, dengan pemateri Dr. Erisa Ardika Prasada, S.H., M.H., menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan ini.
Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas dalam menjalankan usaha, termasuk manfaat legalitas bagi pengembangan dan keberlangsungan usaha.
Legalitas dapat memberikan kepastian dalam menjalankan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara lebih luas.
Pada aspek manajemen keuangan yang dibawakan oleh pemateri Dian Anggraini, S.IP., M.Si., pelaku UMKM penjahit pakaian diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan usaha.
Dalam usaha jasa jahit, pencatatan transaksi menjadi penting untuk mengetahui pendapatan, biaya bahan, biaya operasional, serta keuntungan yang diperoleh dari setiap pekerjaan.
Pelaku usaha juga didorong untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, sehingga kondisi usaha dapat diketahui secara lebih jelas.
Pencatatan sederhana terhadap pemasukan dan pengeluaran diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam menentukan harga jasa, mengendalikan biaya, serta merencanakan pengembangan usaha.
Kegiatan PkM tersebut berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pelaku UMKM penjahit pakaian di Desa Ulak Kerbau Lama.
Interaksi langsung dengan pelaku usaha juga memberikan kesempatan kepada tim PkM untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Melalui pendekatan Integrated Business Development, kegiatan ini tidak hanya menekankan peningkatan kemampuan teknis.
Tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih terintegrasi, mulai dari pemasaran, aspek hukum, hingga pengelolaan keuangan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM di Desa Ulak Kerbau Lama sehingga mampu meningkatkan jangkauan pemasaran, memperkuat legalitas usaha, dan membangun tata kelola keuangan yang lebih baik.
Kegiatan itu sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi UNSRI, dalam memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian akademik.
Dengan dukungan pendanaan penuh dari LPPM Unsri, kegiatan diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan UMKM yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan digital dan berkelanjutan.







