Antisipasi Karhutla di Sumsel, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Berita17 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Kementerian Kehutanan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Selatan, untuk memperkuat langkah antisipatif terhadap peningkatan potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini (21/7/2026).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC di Provinsi Sumsel didasarkan pada kondisi iklim yang memerlukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla.

“Fenomena El Nino mengakibatkan percepatan terjadinya kekeringan meteorologis di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karhutla selama musim kemarau,” ucapnya.

Perubahan paradigma pengendalian karhutla yang kini berfokus pada pencegahan, salah satunya melalui intervensi modifikasi cuaca dengan memanfaatkan awan potensial untuk menginduksi hujan.

READ  Pertamina Patra Niaga Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg Pada Momen Libur Panjang Lebaran

“Upaya ini bertujuan membasahi lahan agar bahan bakaran di lapangan tidak mudah terbakar, menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut tetap di atas ambang kritis serta mengisi waduk, kanal, embung, dan kolam retensi sebagai cadangan air bagi operasi pemadaman darat,” kata Thomas.

Thomas menjelaskan bahwa sebelumnya Kemenhut telah melaksanakan OMC bekerjasama dengan BMKG di Provinsi Riau pada bulan April.

Saat itu, OMC mampu meningkatkan curah hujan sebanyak 26,42 persen dibanding data historisnya serta tidak terdeteksinya titik panas/ hotspot.

“Pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan kali ini akan dilaksanakan selama 12 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 19 Juli hingga 30 Juli 2026 mendatang yang berposko di Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang,” ujar Thomas.

READ  Aksi Mahasiswa Palembang

Pelaksanaan OMC selama berjalan 2 hari tersebut, telah dilaksanakan penerbangan sebanyak 3 sortie meliputi target penyemaian di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Palembang.

Target penyemaian didasarkan pada citra radar di mana masih terlihat adanya pertumbuhan awan konvektif, yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan pengamatan curah hujan dan overlay track penyemaian awan menunjukkan bahwa teridentifikasi adanya curah hujan di sekitar lokasi penyemaian OMC, terutama di wilayah OKI.

READ  Perkuat Eksistensi UMKM, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Akses Pasar di Launching Senam Kriya 2026

Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa meskipun secara umum kondisi cuaca di wilayah Sumsel relatif kering, namun potensi hujan masih ada di sekitar wilayah operasi penyemaian.

Keberhasilan pelaksanaan OMC itu, tidak mungkin terwujud tanpa adanya kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerja sama yang erat dari BMKG, TNI AU, BNPB dan BPBD, serta jajaran Pemprov Sumsel.

“Selama operasi berlangsung, penting untuk memperkuat sinergi dan komunikasi, utamakan keselamatan dengan mematuhi SOP keselamatan penerbangan dan penyemaian bahan, serta optimasi dan pemantauan dampak untuk memastikan target semai sesuai pada wilayah gambut yang rawan,” ucap Thomas.