Bank Indonesia Sumsel Dorong Percepatan Digitalisasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Berita291 Dilihat

 

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Temu Responden 2025 yang berlangsung di Ballroom Hotel Arista Palembang.

Kegiatan tahunan ini merupakan wujud apresiasi Bank Indonesia kepada para responden survei Bank Indonesia atas kontribusi aktif dalam penyediaan data dan informasi ekonomi, yang menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan ekonomi dan keuangan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Mengusung tema “Percepatan Digitalisasi Ekonomi untuk Mewujudkan Ekonomi Sumatera Selatan yang Tangguh,” acara ini mencerminkan semangat untuk mendorong transformasi digital sebagai fondasi penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi daerah.

Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM dan pedagang pasar tradisional, untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan produktivitas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa dalam kapasitasnya sebagai otoritas yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia senantiasa memerlukan dukungan data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam merumuskan serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada kantor pusat.

Bambang juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh responden atas kontribusi mereka dalam penyediaan data dan informasi yang berkualitas.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Inisiasi Aksi Bersih Pantai di Bengkulu

“Dukungan responden menjadi komponen penting dalam memperkuat efektivitas kebijakan Bank Indonesia,” ujarnya.

Bank Indonesia secara konsisten berkoordinasi dengan perbankan dan berbagai instansi vertikal seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog, untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi perekonomian aktual di daerah.

“Kami terus bersinergi dengan BPS, Bulog, dan perbankan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persem, sehingga diperlukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Pertumbuhan ekonomi tersebut perlu tetap dijaga agar tidak menimbulkan tekanan inflasi. Bambang menekankan bahwa data dan informasi yang disampaikan oleh para responden memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Bank Indonesia juga memberikan penghargaan kepada para penyedia data terbaik dalam lima kategori:

⁠Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Liaison: PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Kegiatan Dunia Usaha: PTPN IV Regional 7

Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Perkembangan Properti Komersial: Opi Mall

READ  Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Program TJSL Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Berbagai Wilayah Indonesia

Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Penjual Eceran: Toko Sepatu Samudera

Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Harga Properti Residensial: PT Sekawan Kontrindo

Responden Terbaik Kategori Penyedia Data Survei Pemantauan Harga: Pak Hermansyah

Mitra Strategis Terbaik dalam Penyediaan Data Ekonomi Sumatera Selatan: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

Surveyor Terbaik: Yulia Putri (PT Sigma Research)

Acara ini turut dimeriahkan dengan seminar motivasi oleh motivational speaker nasional Andrie Wongso, yang membawakan materi bertema “Semangat Usaha di Era Digital.” Selain itu, digelar pula talkshow inspiratif yang menghadirkan sejumlah narasumber.

Antara lain Aviliani (Ekonom Senior INDEF), Marpaleni (Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sumatera Selatan), dan Rafael Tan (Entrepreneur). Dalam sesi tersebut, para narasumber berbagi pandangan mengenai pentingnya kolaborasi, inovasi, dan adaptasi digital dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan regional.

Rafael Tan menuturkan bahwa di era digital, pelaku usaha perlu terus berinovasi dan berkreasi dalam memasarkan produk, khususnya melalui media sosial.

Aviliani menekankan, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS memberikan banyak manfaat, baik bagi pelaku usaha maupun perbankan.

READ  Indosat Bagikan Dividen, Ini Dia Hasil RUPST 2025

“Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih mudah dan transparan. Data transaksi yang terekam juga membantu perbankan dalam melakukan credit scoring bagi para merchant, sehingga memperluas akses pembiayaan,” katanya.

Rafael turut menambahkan bahwa penggunaan QRIS juga sangat membantu pelaku UMKM, karena transaksi menjadi lebih praktis tanpa perlu menyediakan uang kembalian.

Para narasumber sepakat bahwa transformasi digital tidak boleh ditakuti, melainkan harus disikapi dengan semangat belajar dan beradaptasi.

“Jangan takut pada teknologi, takutlah pada stagnasi. Di era transformasi digital ini, kita harus terus berkembang — setidaknya mulai mempelajari media sosial dan mengunggah konten terkait produk unggulan kita,” ujar Rafael.

Bank Indonesia Sumsel mendorong sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh responden dapat terus diperkuat guna mendukung percepatan digitalisasi dan mewujudkan perekonomian Sumsel yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Bank Indonesia turut memaparkan data dan analisis ekonomi yang telah diolah dan dapat diakses oleh masyarakat melalui publikasi resmi, seperti Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA) dan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumsel.