PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Yayasan Kawan Lamo Galo bersama Dinas Kebudayaan (Disbud) Palembang dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV menggelar diskusi Bedah Musik Daerah Sumsel ‘Melodi Budaya, Irama Identitas’.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (8/12/2025) lalu di Start Up Coffee House Palembang, membahas tentang potensi promosi musik tradisional bisa berkembang lebih luas dan dikenal masyarakat Sumsel.
Event tersebut diramaikan juga dengan para musisi dan perwakilan guru serta pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palembang. Rangkaian acara itu juga digelar di Bucin Cafe Palembang pada hari Rabu (10/12/2025) dan Studio 12 Cafe and Resto Palembang pada Jumat (12/12/2025) mendatang.
Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Palembang Sulaiman Amin berujar, diskusi tersebut menjadi salah satu penyemangat untuk terus melestarikan lagu khas Sumsel di tengah masyarakat, terutama para anak muda.
Kolaborasi dengan Yayasan Kawan Lamo Galo tersebut, menjadi motivasi untuk mempromosikan lagu-lagu daerah Sumsel di berbagai area publik, salah satunya di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sumsel.

“Kita akan angkat lagu-lagu daerah yang awalnya mungkin tidak banyak dikenal, tapi kini bisa dikemas dengan cara kekinian. Kita akan usulkan agar lagu-lagu daerah bisa diputar di tempat umum, salah satunya di bandara di Palembang,” katanya.
Dengan adanya dorongan pelestarian lagu-lagu daerah Sumsel, Pemerintah Kota (Pemkot) palembang akan menggodok lagi tentang usulan promosinya yang akan direalisasikan pada 2026 mendatang.
Ketua Yayasan Kawan Lamo Galo M Fitriansyah mengungkapkan, gerakan untuk melestarikan dan mempromosikan lagu-lagu daerah Sumsel disambut dengan tangan terbuka oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV dan stakeholder terkait.
Yayasan Kawan Lamo Galo sangat mengapresiasi Pemkot Palembang, yang akan mengusulkan lagu-lagu daerah diputar di area publik, seperti bandara dan stasiun LRT Palembang.
“Bedah musik Sumsel ini sudah lama digagas dan akhirnya bisa terealisasi sekarang. Kita sudah menggelar berbagai kegiatan dalam satu minggu terakhir. Hal ini penting dilakukan, agar musik daerah lebih dikenal di Sumsel, terutama bagi banyak musisi yang belum paham tentang musik daerah,” ujarnya. ***







