Dosen Unsri Dampingi UMKM melalui Strategi Branding dan Pemasaran Digital

Berita23 Dilihat

OGAN ILIR, SEPUTARSUMATERA.COM – Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema ‘Pendampingan Strategi Branding dan Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Berbasis Potensi Lokal’.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Ulak Kerbau Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, 22 September 2026 lalu.

PkM tersebut diketuai oleh Riza Adelia Suryani, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsri dan 5 orang anggotanya, yakni Dr. Katria Imania, M.Si, Lisa Mandasari, S.IP., M.Si, Dian Anggraini, S.IP., M.Si., Yunita, S.Pd., S.H., M.H., Annisa Tassia Hutagalung, S.H., M.H.

PkM Unsri itu menyasar pelaku UMKM penjahit pakaian, pedagang, usaha kerupuk/kemplang, roti dan lainnya, yang merupakan salah satu potensi usaha masyarakat Desa Ulak Kerbau Lama.

Melalui kegiatan pendampingan itu, pelaku usaha didorong untuk mengembangkan identitas usaha yang lebih kuat serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing.

Program pengabdian kepada masyarakat ini didanai sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya.

READ  Wamen Apresiasi PHE Jambi Merang Lampaui Target On Stream PPC-01

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Unsri dalam memberikan kontribusi nyata, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat.

Dalam menghadapi perkembangan pola konsumsi dan pemasaran yang semakin digital, UMKM tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas dan citra usaha yang mudah dikenali oleh konsumen.

Oleh karena itu, strategi branding menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM.

Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diberikan pemahaman oleh pemateri Yunita, S.Pd., S.H., M.H, mengenai pentingnya membangun identitas usaha.

Mulai dari nama usaha, logo, karakter visual, hingga cara menampilkan hasil pekerjaan secara konsisten.

“Identitas ini diharapkan dapat menjadi pembeda di tengah semakin beragamnya pilihan seperti pada usaha jasa jahit yang tersedia bagi masyarakat,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsri, Riza Adelia Suryani, S.Sos., M.Si.

Selain branding, kegiatan juga memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran digital oleh pemateri Dian Anggraini, S.IP., M.Si.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Dukung Lansia Hidup Sehat Sekaligus Peduli Lingkungan di Jambi

Pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial dan berbagai kanal digital sebagai sarana untuk mempromosikan jasa jahit, menampilkan hasil pekerjaan, serta berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial oleh Dian Anggraini, S.IP., M.Si.

“Portofolio hasil jahitan menjadi salah satu materi penting dalam pemasaran digital,” ujarnya.

Dalam usaha menjahit, misalnya, dokumentasi pakaian yang telah selesai dijahit dapat dimanfaatkan sebagai konten untuk memperlihatkan kualitas pekerjaan, variasi model, serta jenis layanan yang ditawarkan.

Dengan demikian, calon pelanggan dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan dan karakteristik usaha sebelum menggunakan jasa.

Pendampingan juga diarahkan agar pelaku UMKM mampu membuat konten pemasaran yang sederhana, informatif, dan menarik, tanpa harus membutuhkan biaya promosi yang besar.

“Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen tidak hanya di lingkungan sekitar desa, tetapi juga wilayah yang lebih luas,” ujarnya.

Konsep berbasis potensi lokal menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Keberadaan UMKM di Desa Ulak Kerbau Lama tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai potensi masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi identitas usaha lokal.

READ  Harga Emas dan Telur Ayam Dorong Meningkatnya Inflasi Sumsel di Oktober 2025 

Keterampilan menjahit dan pengalaman pelaku usaha merupakan modal yang dapat dikombinasikan dengan strategi branding dan pemasaran digital.

“Kegiatan PkM dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, serta pendampingan langsung kepada pelaku UMKM,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut memungkinkan tim pengabdian untuk menyesuaikan materi dengan kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha, termasuk tantangan dalam memasarkan jasa dan membangun identitas usaha.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu memahami bahwa kualitas produk perlu diikuti dengan kemampuan membangun merek dan mengkomunikasikan nilai usaha kepada konsumen.

“Strategi branding dan pemasaran digital diharapkan dapat menjadi instrumen bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan dukungan pendanaan penuh dari LPPM Unsri, pendampingan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi UMKM. Serta mendorong tumbuhnya usaha lokal yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.