Generasi Muda Sumsel Perkuat Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia melalui Inovasi dan Kolaborasi 

Berita43 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Provinsi Sumatera Selatan (SumselL merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor batu bara.

Seiring upaya Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, provinsi ini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk memastikan proses transisi energi berlangsung secara adil, inklusif dan mampu menciptakan pekerjaan layak bagi masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bekerja sama dengan FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan lokakarya bertajuk ‘Menggerakkan Masa Depan: Tantangan dan Peluang di Era Transisi Energi’.

Kegiatan itu menjadi ruang dialog bagi mahasiswa, akademisi, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman mengenai transisi energi berkeadilan sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mendukung transformasi menuju ekonomi hijau.

Dalam sambutannya, Dr. Ardiyan Saptawan M.Si. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri menekankan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, inovasi dan sumber daya manusia yang mampu mendukung transformasi ekonomi daerah.

READ  Pertamina Patra Niaga Dukung Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 sebagai Juara Bertahan

Dia berkata, transisi energi tidak hanya berkaitan dengan perubahan sumber energi, tetapi juga dengan kesiapan masyarakat dan tenaga kerja menghadapi perubahan struktur ekonomi.

“Kampus memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan transisi energi melalui inovasi, pengembangan keterampilan dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha serta masyarakat, khususnya di Provinsi Sumatra Selatan yang sedang bertransformasi menuju ekonomi hijau ini,” ujarnya.

Kegiatan itu merupakan bagian dari proyek Inisiatif Inovasi Kawasan untuk Transisi Energi Berkeadilan (IKI-JET) yang dilaksanakan oleh ILO.

Melalui proyek tersebut, Sumsel bersama Kalimantan Timur (Kaltim) ditetapkan sebagai provinsi percontohan dalam mendukung pelaksanaan transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Salah satu pembicara Hari Wibawa yang juga Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel berujar, melalui inisiatif tersebut ILO bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan telah memfasilitasi Forum Konsultasi Daerah (FKD) sebagai wadah dialog sosial mengenai dampak transisi energi terhadap dunia kerja.

READ  Teknologi Walking Rig Percepat Pengeboran Sumur BNG-079 di Sumsel

Para pihak juga menyusun Peta Jalan Pengembangan Keterampilan sebagai acuan dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan ekonomi.

Peta jalan tersebut menetapkan sektor perkebunan dan pariwisata sebagai sektor prioritas, untuk mendukung diversifikasi ekonomi di daerah yang selama ini bergantung pada industri batu bara.

Koordinator Proyek IKI-JET ILO Indonesia, Muce Mochtar berkata, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari pengurangan emisi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan peluang ekonomi baru yang inklusif bagi para pekerja dan masyarakat terdampak.

“Transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan beriringan dengan terciptanya pekerjaan layak dan perlindungan bagi para pekerja serta masyarakat yang terdampak,” kata Muce.

Menurutnya, diversifikasi ekonomi dan pengembangan keterampilan menjadi kunci agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang baru di sektor-sektor yang berkelanjutan.

Di mana, kaum muda pun berperan penting dalam mendorong perubahan ini melalui inovasi, kepemimpinan dan kolaborasi.

READ  Sediakan Energi untuk Negeri, PGN Boyong Apresiasi BPH Migas 2025

Melalui proyek IKI-JET dan berbagai kemitraan strategis lainnya, ILO terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan untuk mendukung transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Upaya tersebut bertujuan memastikan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya mendukung pencapaian target iklim nasional.

Tapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang layak serta memastikan tidak seorang pekerja pun tertinggal.

Lebih dari 100 orang mahasiswa Unsri dari berbagai fakultas berpartisipasi dalam kegiatan ini bersama perwakilan pemerintah, akademisi dan berbagai mitra pembangunan.

Melalui lokakarya tersebut, para peserta diajak memahami peluang, tantangan dan dampak transisi energi terhadap dunia kerja.

Sekaligus mengenal berbagai upaya yang tengah dilakukan di Sumsel, untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah melalui pengembangan keterampilan, diversifikasi ekonomi dan dialog sosial yang inklusif.