Hemat Energi, Hemat Pengeluaran: Unsri Bekali Ibu PKK Tanjung Atap dengan Literasi Keuangan Berkelanjutan

Berita20 Dilihat

OGAN ILIR, SEPUTARSUMATERA.COM – Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi, melaksanakan program edukasi perilaku ramah lingkungan bagi kelompok Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

Program tersebut bertajuk ‘Edukasi Perilaku Ramah Lingkungan: Integrasi Konsep Keberlanjutan dalam Konsumsi Energi dan Manajemen Anggaran Keluarga’.

Dalam program itu, para warga diarahkan untuk membantu keluarga menggunakan energi secara lebih efisien sekaligus mengelola pengeluaran rumah tangga dengan lebih terencana.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kebiasaan masyarakat, terutama dalam mencatat dan mengevaluasi konsumsi listrik serta LPG.

Dalam kegiatan itu diketuai oleh Christian Damar Sagara Sitepu, S.E., M.Si., bersama anggota tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Umi Kalsum, S.E., M.Si., Ak., CTT., CTA; Ira Hutami, S.E., M.Si.; Aldini Nofta Martini, S.E., M.Sc.; Niar Azriya, S.E., M.S.Ak.; dan Fitri Nanda Sari, S.Ak., M.Acc.

Ketua tim pengabdian, Christian Damar Sagara Sitepu mengatakan , berdasarkan identifikasi kondisi awal yang dicantumkan dalam laporan, sekitar 70 persen rumah tangga belum melakukan pencatatan penggunaan energi secara teratur dan belum mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan energi.

READ  Pertamina Patra Niaga Pastikan Avtur Siaga, Dukung Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Sumsel

Padahal, penggunaan listrik dan LPG merupakan bagian dari kebutuhan rutin yang berpengaruh terhadap kondisi keuangan keluarga maupun lingkungan, yang menyasar 30 anggota Ibu PKK Desa Tanjung Atap.

Pelaksanaan program melibatkan kelompok PKK sebagai mitra, dengan dukungan koordinasi bersama pemerintah Desa Tanjung Atap.

“Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif. Peserta tidak hanya menerima penyampaian materi, tetapi juga mengikuti diskusi, simulasi, praktik pencatatan, pendampingan, dan evaluasi,” ucapnya, Sabtu (7/11/2026).

Materi mencakup literasi energi, perilaku ramah lingkungan, serta manajemen anggaran keluarga.

Peserta diperkenalkan pada Sustainability Household Accounting (SHA), yaitu pendekatan pencatatan sederhana yang menghubungkan jumlah konsumsi energi, seperti pemakaian listrik dalam kilowatt-hour (kWh) dan penggunaan LPG dengan biaya yang dikeluarkan keluarga.

Melalui praktik SHA, peserta diarahkan untuk mencatat tagihan listrik, jumlah penggunaan LPG, dan total pengeluaran energi, membandingkan pemakaian antarperiode, serta mengenali kebiasaan yang berpotensi menimbulkan pemborosan.

READ  Lewat Pemeriksaan Kesehatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Simulasi penghematan juga membahas tindakan sederhana, seperti mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan, mencabut perangkat elektronik setelah dipakai, memanfaatkan pencahayaan alami, dan menggunakan LPG secara lebih efisien.

Aaaa

“Dengan cara ini, penghematan energi dipahami bukan hanya sebagai upaya mengurangi tagihan, tetapi juga sebagai kebiasaan yang mendukung kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Hasil evaluasi sementara terhadap 30 peserta memperlihatkan peningkatan rata-rata skor dari 3,73 pada pre-test menjadi 4,95 pada post-test, atau naik 1,22 poin.

Laporan juga mencatat rata-rata 94,7 persen respons ‘Sangat Setuju’ pada indikator pemahaman dan penerapan materi.

“Dari hasil simulasi pemantauan yang dilaporkan menunjukkan potensi penurunan konsumsi listrik sebesar 13 persen, penggunaan LPG sebesar 10 persen, dan pengeluaran energi sebesar 12 persen,” ucapnya.

Angka simulasi tersebut menjadi gambaran awal manfaat penerapan praktik hemat energi dan pencatatan rumah tangga, bukan klaim penghematan aktual yang telah terverifikasi untuk seluruh rumah tangga peserta.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Lingkungan Sekolah Aman Lewat Edukasi Mitigasi Risiko Lubang Galian

Christian Damar Sagara Sitepu berkata, melalui laporan kegiatan bahwa integrasi literasi energi dan manajemen anggaran keluarga diperlukan, agar masyarakat dapat memahami hubungan antara kebiasaan menggunakan energi dan besarnya pengeluaran rumah tangga.

Melalui SHA, keluarga diharapkan memiliki informasi yang lebih jelas sebagai dasar untuk menentukan langkah penghematan dan menyusun anggaran energi secara realistis.

“Ke depannya, program diarahkan agar praktik pencatatan listrik, LPG, dan pengeluaran energi dapat diteruskan setiap bulan,” katanya.

Pertemuan rutin PKK serta media komunikasi digital juga direncanakan menjadi sarana berbagi pengalaman dan memantau penerapan kebiasaan hemat energi.

Tim turut mendorong penguatan kader energi di lingkungan PKK agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, Unsri berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

“Edukasi yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pengelolaan keuangan keluarga, diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan konsumsi energi yang lebih bijak, hemat, dan berkelanjutan di Desa Tanjung Atap,” ujarnya.