Kolaborasi Udara TNI AU dan APP Group Perkuat Penanganan Karhutla di Sumsel

Berita71 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel), terus diperkuat melalui kolaborasi Satgas Penanggulangan Karhutla, TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai unsur terkait.

Dukungan operasi udara menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sekitar 12.285 personel gabungan dikerahkan dalam Satgas Karhutla Sumatera Selatan, baik untuk operasi darat maupun udara.

Dari udara, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoperasikan sekitar delapan helikopter untuk patroli dan water bombing, sementara APP Group turut mendukung dengan enam helikopter water bombing.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, mengatakan operasi penanggulangan karhutla telah berlangsung sejak ditetapkannya status siaga darurat di Sumatera Selatan (Sumsel).

Satgas udara berada dalam koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Menurut Asep, keberadaan armada water bombing sangat penting terutama untuk menangani kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau tim darat dan berada jauh dari sumber air.

READ  Pertamina Patra Niaga Semarakkan Ramadan dengan Berbagi Takjil dan Layanan SPBU Bernuansa Religi untuk Masyarakat

“Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat,” ujar Asep.

Ia mengatakan dukungan enam helikopter water bombing dari APP Group turut memperkuat operasi udara, termasuk untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah sekitar konsesi maupun lokasi lain yang membutuhkan dukungan sesuai koordinasi Satgas.

“Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing, pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara,” katanya.

Operasi water bombing tidak hanya dilakukan pada titik api, tetapi juga digunakan untuk membasahi area di sekitar lokasi kebakaran sebagai bagian dari upaya menghambat penjalaran api.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu melindungi permukiman masyarakat, perkebunan warga, kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, serta area lain yang berpotensi terdampak.

READ  Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman untuk Layanan Ramadan Idul Fitri di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Untuk mendukung operasi udara, Satgas Karhutla juga memetakan sejumlah sumber air yang dapat digunakan helikopter, mulai dari sungai, danau, kanal hingga embung yang tersedia di berbagai wilayah.

Asep mengatakan pemetaan sumber air turut dilakukan saat patroli udara bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir.

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi water bombing.

Mereka melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing.

“Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” ujarnya.

Selain armada udara, APP Group juga memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi darat, antara lain pompa air, Sambunesia, serta sejumlah perlengkapan pemadaman lainnya yang digunakan dalam penanganan karhutla.

“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Asep.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara di Bengkulu

Upaya pengendalian karhutla di Sumatera Selatan juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga September 2026, operasi tersebut telah dilakukan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan awan berdasarkan pemantauan cuaca.

Menurut Asep, OMC dilakukan sejak periode awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan memungkinkan.

Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut turut mendukung turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, OMC serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel).

Satgas juga mengerahkan tim penyuluh ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengenai pencegahan kebakaran dan larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Kolaborasi seluruh unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons terhadap karhutla, sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran di tengah kondisi musim kering di Sumatera Selatan.