Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Terpikat Produk UMKM Mitra Binaan dengan Sentuhan Kemanusiaan dan Keberlanjutan

Berita12 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – Di balik keriuhan dan gemerlap Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, tersimpan beragam cerita tentang perjuangan dan ketangguhan para pelaku UMKM yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga.

Lebih dari sekadar pameran busana dan kerajinan tangan, beberapa produk yang ditampilkan merupakan hasil buah tangan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas.

Salah satunya adalah produk busana yang terpajang di gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga.

UMKM tersebut tidak hanya memproduksi barang-barang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi ruang inklusi bagi mereka yang terpinggirkan.

Dalam menghasilkan produknya, Narita Shibori merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta.

Hal tersebut menjadikan produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial.

Cerita lain ada di gerai UMKM Dara Baro yang juga salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM asal Aceh ini bergerak di bidang fashion berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara.

Seperti jumputan, tenun, dan batik, untuk menghasilkan busana bernilai tinggi dengan teknik boro asal Jepang.

Boro sendiri adalah teknik produksi dengan menjahit dan menambal ulang (upcycling) kain bekas menjadi busana baru. Ini artinya produk UMKM Dara Baro tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.

READ  Pertamina Patra Niaga Datangkan Pertamina Gas 1 Bawa 45,9 Ribu Metrik Ton LPG

Sentuhan kemanusiaan dan nilai keberlanjutan inilah yang mencuri perhatian Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, ketika berkunjung ke booth perusahaan energi tersebut, Minggu (2/8/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bagaimana setiap produk yang dihasilkan menyimpan cerita pemberdayaan yang sangat kuat dan menyentuh.

Menurut Zahra, produk-produk tersebut memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat.

Ada karya dari penyandang disabilitas, yang tak hanya menarik untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi.

“Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk bisa memberi manfaat dan melanjutkan penghidupan banyak orang,” ujar Siti Zahra.

Dia juga meminta agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM, agar lebih banyak lagi pihak yang merasakan manfaatnya, terutama di sekitar daerah operasional perusahaan.

Menurutnya, program pembinaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga tidak hanya memperluas pasar UMKM lokal, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi bangsa yang dimulai dari tingkat lokal.

READ  Kepala Eksekutif OJK Ingatkan Perempuan PMI Jangan Mudah Terjebak Maraknya Penipuan

Dia berharap kolaborasi dan kebersamaan antara Pertamina Patra Niaga dan mitra binaan tersebut dapat terus berlanjut.

“Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat pendampingan di wilayah sekitar operasional agar UMKM lokal terus berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” ucap Siti Zahra.

VP Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyambut baik kunjungan Siti Zahra di booth Pertamina Patra Niaga.

Dia mengapresiasi dan berkomitmen dari dewan komisaris akan semakin mempertebal semangat perusahaan untuk terus menebar manfaat kepada masyarakat, salah satunya melalui program pembinaan UMKM lokal.

Dukungan penuh dari dewan komisaris menjadi amunisi dan motivasi besar bagi kami di tim CID untuk terus memperluas dampak program kemitraan tersebut.

“Kami percaya bahwa pemberdayaan UMKM bukan sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan teknis, melainkan membuka ruang yang adil dan inklusif bagi siapa saja, termasuk kelompok disabilitas dan lansia, untuk mandiri serta berdaya saing secara berkelanjutan,” ujar Dian.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, program pendampingan dan pembinaan UMKM oleh Pertamina Patra Niaga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah, yakni ‘Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur’.

READ  Peringati Hari Kartini, Pertamina Drilling Tegaskan Peran Perempuan dalam Ketahanan Energi

Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya pada poin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pengurangan ketimpangan, serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui pendampingan dan pembinaan UMKM tersebut, mereka ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perusahaan tidak hanya berdampak secara bisnis.

“Tetapi juga secara langsung menciptakan multiplier effect yang inklusif, membuka lapangan kerja berkualitas dan menguatkan daya saing wirausaha lokal sesuai arahan Asta Cita dan capaian SDGs,” ungkap Kitty.

Total ada 11 UMKM binaan yang dibawa Pertamina Patra Niaga ke ajang IFW 2026. Selain Narita Shibori dan Dara Baro, ada juga Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek dan Mahacinta Jewelry.

Mereka mewakili wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) serta Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).