Masuki Wilayah Takengon, Pertamina Kerahkan Transportasi Multi-Moda Salurkan BBM

Berita, Daerah640 Dilihat

MEDAN, SEPUTARSUMATERA.COM – Dengan mengerahkan transportasi dengan berbagai armada (multi-moda), PT Pertamina (Persero) berhasil memasuki wilayah Takengon.

Hari Jumat (19/122/025), mobil tangki BBM Pertamina memasuki ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, meski akses jalan masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, pengangkutan BBM yang berasal dari Integrated Terminal Medan, dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah.

Setibanya di Bandara Rembele, BBM dipindahkan oleh petugas ke mobil tangki berukuran medium 8.000 kiloliter (KL), untuk selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat ke SPBU dan posko penanganan bencana di Bener Meriah dan Takengon.

READ  Pertamina Bersihkan Puskesmas Rantau, Pulihkan Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang

Mobil tangki medium digunakan untuk mempermudah manuver melalui jalan yang masih terbatas.

“Distribusi BBM dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah menggunakan mobil tangki menempuh waktu sekitar satu jam. Saat ini, kondisi jalur dari Bandara Rembele menuju Aceh Tengah relatif aman dan dapat dilalui oleh mobil tangki,” ungkap Fahrougi.

Kedatangan Armada Mobil Tangki BBM Pertamina di SPBU Takengon disambut haru oleh masyarakat. Pertamina berhasil melakukan distribusi ke Takengon, Aceh Tengah sejak Jumat, 19 Desember 2025 (Dok. Humas Pertamina Patra Niaga / Seputarsumatera.com)
Kedatangan Armada Mobil Tangki BBM Pertamina di SPBU Takengon disambut haru oleh masyarakat. Pertamina berhasil melakukan distribusi ke Takengon, Aceh Tengah sejak Jumat, 19 Desember 2025 (Dok. Humas Pertamina Patra Niaga / Seputarsumatera.com)

Sebanyak 29.500 liter BBM tiba di Takengon. Dari pasokan tersebut, sejumlah 13.500 liter BBM yang terdiri Pertalite dan Biosolar, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di SPBU.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan SIRENT 2.0, Sistem Emergency yang Raih Silver CTIA 2026

Lalu ada 16 ribu liter BBM jenis Pertalite dan Biosolar dialokasikan untuk posko penanganan darurat Badan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komandan Distrik Militer (Kodim) untuk penanganan pascabencana.

“Penyaluran BBM menjangkau empat SPBU, yakni dua SPBU di Kabupaten Bener Meriah dan dua SPBU di Takengon. Kami berharap pasokan ini dapat menjaga kebutuhan energi bagi masyarakat, di tengah keterbatasan akses jalan,” ujarnya.

Pertamina akan terus melakukan distribusi BBM menggunakan berbagai moda yang memungkinkan untuk menembus jalur yang masih terisolir.

READ  Pertamina Patra Niaga Hadirkan Program Jambi Hijau, Perkuat Lingkungan Bantaran Sungai Batanghari

Mulai dari penggunaan pesawat Air Tractor hingga jalur reguler, alternatif dan emergency (RAE) distribusi BBM dari Fuel Terminal Lhokseumawe dapat digunakan kembali secara aman.

“Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan wilayah Lhokseumawe dan Bireuen telah selesai diperbaiki,’ katanya.

Namun, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang tertimbun longsor serta beberapa jembatan yang terputus, sehingga jalur reguler distribusi BBM dari Lhokseumawe menuju Aceh Tengah belum dapat beroperasi secara optimal.

Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, dan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM tetap berjalan, demi mendukung pemulihan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.

“Pertamina tidak pernah lelah melayani masyarakat. Kami berharap masyarakat tetap sabar dan mendukung upaya-upaya Pertamina dan petugas di lapangan dalam menyalurkan energi kepada masyarakat dengan berbagai skema alternatif,” katanya.