Penjaga Denyut Energi NTT Tetap Melayani di Tengah Pemulihan Pascagempa

Berita88 Dilihat

RUTENG, SEPUTARSUMATERA.COM – Pascagempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan energi tetap berjalan berkat dedikasi para pekerja di lapangan.

Operator SPBU hingga Awak Mobil Tangki (AMT) terus menjalankan tugas memastikan BBM tersedia bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung kendaraan penanganan bencana dan distribusi bantuan.

Mereka menjadi penjaga denyut energi NTT, meski sebagian turut merasakan langsung dampak bencana.

Salah satunya Fergilus Edy, operator SPBU 54.865.01 Mena Ruteng. Saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus masih berada di rumah bersama keluarganya.

Guncangan yang kuat membuat mereka bergegas keluar rumah. Sekitar satu jam kemudian, Fergilus tetap menuju SPBU untuk menjalankan tugasnya.

Setelah gempa terjadi, sekitar pukul 07.00 WIB,  dirinya sudah berada di tempat kerja. Tempat bekerjanya pun tetap buka dan melayani masyarakat.

READ  Berkat Video Viral Zulkarnain, Antarkan Relawan Pertamina Peduli Tembus Kampung Sunting yang Terisolasi

“Ambulans, kendaraan untuk penanggulangan bencana, sampai kendaraan yang membawa sembako ke desa-desa kami prioritaskan. Memang sampai sekarang masih ada guncangan, jadi kami harus tetap waspada. Yang penting bagi kami, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dan kami layani dengan tulus,” ujar Fergilus.

Cerita lain datang dari Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki yang turut menjaga perjalanan pasokan BBM menuju wilayah Manggarai. Hendrikus sendiri merupakan warga Reo dan ikut merasakan dampak gempa.

Hingga saat ini, keluarganya masih berada di lokasi pengungsian karena gempa susulan masih terjadi. Dalam kondisi tersebut, Hendrikus tetap menjalankan penugasan membawa BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

READ  Trafik Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan di Periode Tahun Baru

“Keluarga sampai sekarang aman, tetapi masih berada di tempat pengungsian. Sebagai AMT, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya. Kami ingin masyarakat di Manggarai tidak kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Hendrikus.

Hendrikus menambahkan, perjalanan distribusi BBM juga sempat menghadapi tantangan akibat kondisi jalan pascagempa.

“Selama perjalanan memang sempat ada longsor dan bebatuan jatuh di daerah Cibal, tetapi sudah bisa dilewati dengan aman. Mudah-mudahan dengan pasokan yang terus sampai, semuanya bisa kembali normal,” ucapnya.

Selama masa pemulihan, Pertamina Patra Niaga turut mengerahkan perbantuan mobil tangki dari Integrated Terminal Bima untuk mendukung distribusi BBM ke wilayah terdampak.

Dukungan tersebut membantu pelayanan SPBU tetap berjalan seiring dengan pemulihan sarana dan akses distribusi pascagempa.

READ  Ini Alasan Cabup Slamet-Alfi Lebih Dipilih Responden Survei LKPI di Pilkada Banyuasin

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengungkap keberlangsungan pelayanan energi di wilayah terdampak tidak terlepas dari dedikasi para pekerja, yang tetap menjalankan tugas di lapangan, meski sebagian dari mereka dan keluarganya juga merasakan dampak gempa.

Pertamina Patra Niaga mengapresiasi seluruh operator SPBU, Awak Mobil Tangki, dan Perwira yang tetap hadir melayani masyarakat dalam situasi yang tidak mudah.

Sebagian dari pekerja itu juga turut terdampak dan memiliki keluarga yang masih berada di pengungsian, namun tetap menjalankan tugas agar BBM tersedia serta kebutuhan penanganan bencana dapat terus berjalan.

“Dedikasi mereka menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan di NTT,” ungkap Kitty.