Pertamina Drilling Perluas Layanan Non-Rig, Sukses Jalankan Operasi Matrix Acidizing Perdana di Sumsel

Berita217 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas melalui pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services.

Langkah tersebut ditandai dengan keberhasilan perusahaan melaksanakan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel).

Operasi yang dikerjakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut menjadi tonggak penting, bagi Pertamina Drilling dalam memperluas portofolio layanan stimulasi sumur di luar jasa pengeboran.

Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale), sehingga aliran fluida dari reservoir ke sumur dapat kembali optimal.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Oleh-Oleh Kamilah Bertumbuh, Satu Usaha Hidupi Banyak Keluarga

Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963–1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5) menggunakan sistem fluida 15 persen Hydrochloric Acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir.

Melalui stimulasi tersebut, operasi ditargetkan mampu meningkatkan performa sumur dengan sasaran produksi mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD).

Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim pada kesempatan terpisah, Senin (13/7) di Jakarta mengatakan, keberhasilan pelaksanaan matrix acidizing perdana menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi pelanggan.

READ  Tingkatkan Kolaborasi dan Sinergi, SKK Migas – KKKS Sumbagsel Gelar Event Lifting Olympic

“Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional,” ujar Aziz.

Pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis jasa energi sekaligus menjawab kebutuhan industri migas yang semakin dinamis.

Pencapaian tersebut juga melanjutkan keberhasilan layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan Pertamina Drilling di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025.

READ  Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services sebagai salah satu lini bisnis strategis.

Dengan semakin lengkapnya portofolio layanan non-rig, Pertamina Drilling tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur serta meningkatkan produktivitas lapangan migas.

Pengembangan kapabilitas ini sejalan dengan komitmen Pertamina Drilling dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi, rekayasa teknik yang presisi, serta keunggulan operasional pada setiap tahapan pengembangan lapangan migas.