Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan

Berita6 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM– Di tengah tantangan pengelolaan sampah dan limbah yang semakin kompleks, PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai inovasi yang mengubah material sisa menjadi sumber daya bernilai.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui sejumlah program di Balikpapan dan Madiun yang berfokus pada pengolahan sampah plastik, pemanfaatan limbah rumah tangga, digitalisasi bank sampah, serta pengurangan limbah B3 operasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Dia berkata, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Roberth.

READ  Dari Kampung Baru Solo ke Jakarta, UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Community Involvement and Development (CID) Pelita (Pengelolaan Lingkungan Terpadu) Borneo yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.

Program itu mengolah sampah plastik rumah tangga seperti kemasan sachet dan bungkus makanan menjadi produk bernilai guna berupa roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE Sheet) tanpa melalui proses pembakaran.

Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin.

Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah dan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai.

Di Jawa Timur, Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok.

Inovasi tersebut memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.

READ  Keluarga Ulama Besar Indonesia Doakan Pasangan Slamet-Alfi Bawa Perubahan Banyuasin Lebih Baik

Tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan, sampah anorganik yang telah terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan telah menunjukkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Tercatat pengurangan sampah organik mencapai 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 1.380 kilogram.

Program itu juga berkontribusi menekan emisi metana sekitar 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.

Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat berhasil mencatat peningkatan pendapatan kumulatif sebesar Rp. 14,6 juta serta penghematan biaya listrik sekitar Rp. 700 ribu per bulan melalui pemanfaatan energi surya.

Program tersebut melibatkan sekitar 40 anggota aktif dan memberikan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 3.000 masyarakat di sekitar wilayah Pesanggrahan.

READ  Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan dan Akses Pasar

Kurnia Fidia Wati, salah satu tokoh penggerak Proklim Pesanggrahan mengatakan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina Patra Niaga dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Bersama Pertamina Patra Niaga, kami membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan gotong royong,” ujar Kurnia.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengurangan timbulan sampah, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta pengembangan ekonomi sirkular di berbagai wilayah operasional.

Komitmen ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.