Pertamina Patra Niaga Dorong Mitra Binaan Bank Sampah Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan

Berita19 Dilihat

CILACAP, SEPUTARSUMATERA.COM – Upaya mendorong pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan PT Pertamina Patra Niaga melalui pembinaan bank sampah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kegiatan pengumpulan minyak jelantah yang dilakukan oleh sejumlah bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga mendapatkan apresiasi dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka pada saat berkunjung ke Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap pada Senin (26/10/2026).

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden RI mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu dan komunitas setempat dalam mengelola minyak jelantah.

Menurutnya, inisiatif dari lingkungan rumah tangga ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan nilai ekonomi.

“Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Melalui pengumpulan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya memperoleh nilai ekonomi dari limbah rumah tangga, tetapi juga turut berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Binaan Kepakkan Sayap Go Internasional

Hal tersebut juga sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku Bioavtur / Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang ramah lingkungan.

Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, yang berlokasi di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap, menceritakan bahwa pengumpulan minyak jelantah awalnya dikembangkan untuk menjawab persoalan lingkungan.

“Kami awalnya tidak mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk apa. Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina Patra Niaga bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, minyak jelantah tidak berserakan, ekonomi kelompok juga meningkat, dan jumlah nasabah kami semakin banyak,” ujar Rumdani.

Bank Sampah Cahaya Asri mengembangkan pendekatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Minyak jelantah yang dikumpulkan warga dapat ditukarkan dengan uang maupun kebutuhan pangan, seperti telur.

Melalui upaya tersebut, Bank Sampah Cahaya Asri mampu mengumpulkan sekitar 50–60 kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk kemudian disalurkan melalui mitra pengumpul.

READ  Pertamina Patra Niaga Hadirkan Suvenir Karya UMKM bagi Pengunjung GIIAS 2026

Manfaat ekonomi serupa dirasakan Bank Sampah Abhipraya yang berlokasi di Kelurahan Kutawaru. Ketua Bank Sampah Abhipraya, Herry Yanto, menjelaskan bahwa kelompoknya telah menjalankan kegiatan pemilahan sampah sejak 2019 sebelum kemudian mengembangkan pengumpulan minyak jelantah melalui program pembinaan Pertamina Patra Niaga.

“Dulu minyak jelantah hanya dibuang tetapi sekarang masyarakat bisa mengumpulkannya dan mendapatkan penghasilan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah,” kata Herry.

Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati, menyampaikan bahwa kelompoknya telah bergerak dalam pengelolaan sampah rumah tangga sejak 2012.

Seiring perkembangannya, pada 2023 Bank Sampah Beo Asri mulai memperluas kegiatan dengan mengumpulkan minyak jelantah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah memberikan dukungan berupa pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana untuk memperkuat kapasitas kelompok.

READ  Ramaikan Booth MyPertamina, Sean Gelael Berbagi Pengalaman Dunia Balap ke Pengunjung GIIAS 2026

“Kami sangat berterima kasih karena Pertamina Patra Niaga tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga perhatian dan pembinaan kepada kami. Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta warga di lingkungan kami,” ujar Sri.

Selain mengumpulkan minyak jelantah, Bank Sampah Beo Asri juga mengembangkan pengolahan sampah plastik dan pemanfaatan sisa palet menjadi berbagai produk, seperti kursi, meja, dan rak.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan dari pengalaman ketiga bank sampah tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan minyak jelantah tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terlibat.

“Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan,” ucapnya.

Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar.