Pertamina Patra Niaga Gandeng Masyarakat Sekitar Wilayah Operasional, Olah Sampah dan Limbah Menjadi Berkah

Berita, Daerah43 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, melalui aktivitas di berbagai wilayah operasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun berujar, komitmen tersebut bukan sekadar slogan, melainkan telah diwujudkan dalam aksi nyata.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diimplementasikan melalui program Community Involvement & Development yang dijalankan di berbagai wilayah operasi, seperti Dumai, Kasim, dan Makassar.

“Pertamina Patra Niaga menggandeng masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mengolah sampah dan limbah rumah tangga bukan hanya memberikan kontribusi positif pada kelestarian alam, tapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat jangka panjang,” ujar Roberth.

Di Riau, tepatnya di Kelurahan Tanjung Palas, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menginisiasi Posyandu Sehati yang menukar minyak jelantah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita.

READ  Pertamina Drilling Dorong Peran Generasi Muda Hadapi Transisi Energi, Dirut PDSI Jadi Dosen Tamu di UGM

Di wilayah yang sama, Kelompok Wirani Rejosari juga aktif mengolah sampah organik menjadi pupuk cair organik (PCO).

Bergeser ke Papua Barat Daya, pengolahan sampah organik juga dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim di Kampung Malabam, Distrik SegetKabupaten Sorong.

Melalui program Mandiri, Optimal, dan Integrasi (MOI), warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wahimu mengolah sampah organik dari sisa makanan dan hasil panen sayuran menjadi pakan babi milik Kelompok Ternak Kamisalun.

Selanjutnya, kotoran babi diolah kembali menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian Kelompok Tani Wahimu.

READ  Cara Pertamina Salurkan BBM ke Masyarakat, Pakai Mobile SPBU Hingga Hingga Set Tabung Mini  

Komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui Program Kampung BERLIAN yang dijalankan Integrated Terminal Makassar bersama masyarakat Kelurahan Tamalabba.

Program tersebut menjadi solusi atas tingginya timbulan sampah rumah tangga melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pemilahan sampah, budidaya maggot melalui Tamalabba Organic Center (TOC), pengelolaan bank sampah Tasberlin, hingga pengembangan pertanian urban berbasis hidroponik, aquaponik, dan budidaya ikan.

Program itu berhasil mengubah masyarakat dari sekadar penghasil sampah menjadi pelaku utama pengelolaan lingkungan.

Kampung BERLIAN mampu mereduksi sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan, memanfaatkan minyak jelantah sebanyak 4 liter/bulan, dan menghemat energi sebesar 4.380 kWh melalui pemanfaatan energi surya pada sistem hidroponik.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Lakukan Aksi Tanggap Bencana Bantu Korban Banjir di Belitang

Program tersebut juga menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,50 yang berarti setiap Rp1 investasi perusahaan menghasilkan manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan senilai Rp1,50 bagi masyarakat.

Dengan capaian nyata berupa pengurangan sampah, pengelolaan limbah yang lebih produktif, dan keterlibatan aktif masyarakat, inisiatif ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat menjadi motor penggerak keberlanjutan di tingkat lokal.

“Kami berharap, kedepannya bisa lebih masif lagi mengadakan program serupa dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga fondasi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Roberth.