Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Inovasi Budidaya dan Pemberdayaan Masyarakat

Berita71 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM –  PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai Program Community Involvement and Development (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Program tersebut hadir sebagai jawaban atas tantangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, serta ancaman abrasi.

READ  DPRD Prov.Sumsel Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPJ Gubernur TA 2022

Melalui teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil melalui budidaya ikan nila dengan masa panen sekitar 4 – 6 bulan.

Program itu juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp, yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp9,3 juta per tahun serta mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan Program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang mengoptimalkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong UMKM Kembangkan Sayap Melalui INACRAFT 2026

Program tersebut lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan ekonomi, serta kebutuhan akan akses pangan yang lebih terjangkau.

Melalui integrasi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat mampu menghasilkan telur dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Selain itu, limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak.

“Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini,” kata anggota Kelompok Habonaron, Asih.

READ  Pertamina Patra Niaga Dukung Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 sebagai Juara Bertahan

Corporate Secretary, Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun berujar, ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.