JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – Langkah Tia Nyono terhenti di depan booth Pertamina Patra Niaga di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Mata pengunjung asal Jakarta ini tertuju pada deretan kerajinan mutiara dari brand Vite yang terpajang di etalase.
Tak lama, salah satu penjaga booth menghampirinya. Tia mencoba beberapa produk Vite, seperti cincin, kalung, dan peniti hias.
Setelah menimbang-nimbang, pilihannya jatuh pada cincin berwarna perak yang bertakhtakan mutiara. Ia mengaku terkesan dengan koleksi produk yang dipamerkan di booth Pertamina Patra Niaga ini.
“Ketika sampai di acara Indonesia Fashion Week, saya langsung tertuju sama booth Pertamina Patra Niaga, karena di dalamnya ada hasil karya dari UMKM lokal yang sangat bagus dan belum pernah saya lihat di mana pun,” ujar Tia.
Pengunjung IFW 2026 lainnya yang juga mampir ke booth Pertamina Patra Niaga adalah Lisa.
Di booth perusahaan energi ini, Lisa yang berasal dari Jakarta melihat beragam koleksi busana milik UMKM Narita Shibori.
Pilihannya jatuh pada celana dan baju dengan desain kekinian. Tanpa ragu, ia langsung membelinya.
Lisa mengaku tak menyangka bisa mendapatkan busana dengan corak yang unik dan menarik ini di booth Pertamina Patra Niaga.
Yang ia tahu, perusahaan ini memproduksi beragam produk Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat.
“Saya tadi juga bertanya-tanya, apa hubungannya Pertamina dengan fashion? Dan ternyata ini adalah bagian dari program CSR Pertamina Patra Niaga. Luar biasa, saya sangat senang dan sangat mendukung,” ucapnya.
Vite dan Narita Shibori adalah dua dari 11 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga dalam program Community Involvement & Development (CID) yang ikut memamerkan produk unggulannya di IFW 2026.
Vite merupakan UMKM spesialis kerajinan dari bahan perak dengan kadar kemurnian mencapai 92,5 persen. Yang menjadikan produk Vite bernilai tinggi adalah ketelitian dalam pembuatannya yang dilakukan secara manual (handmade).
Dengan dukungan Pertamina Patra Niaga, Vite berhasil memperluas jaringan bisnisnya ke beberapa negara. Produk unggulannya telah diekspor ke Algeria, Panama dan Malta.
Sementara Narita Shibori hadir sebagai ruang inklusi yang berhasil mempertemukan kreativitas dan nilai kemanusiaan.
Dalam menghasilkan produknya, UMKM ini merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta.
Narita Shibori membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan produk yang estetik dan bermakna.
Setiap helai kain dan produk fashion yang dihasilkan tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga menyimpan cerita perjuangan serta semangat kemandirian para kreator mudanya.
UMKM binaan Pertamina Patra Niaga lainnya yang juga ikut serta di ajang IFW 2026 yakni Dara Baro, Guns Leather, Ramiza Boutique, Meeta Fauzan, Dimas Batik, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry.
Mereka mewakili empat wilayah operasional Pertamina Patra Niaga, yaitu Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa langkah Pertamina Patra Niaga membawa 11 UMKM binaannya ke IFW 2026 adalah upaya untuk memperkenalkan beragam kerajinan lokal ke level nasional, bahkan internasional, seperti busana daerah, kain batik, dan kerajinan tangan.
Menurut Kitty, upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pertamina Patra Niaga di semua wilayah operasionalnya.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sebagai pilar utama daya tahan ekonomi nasional, UMKM tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas dan kearifan lokal. Menyadari peran strategis tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen secara berkelanjutan untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal di seluruh penjuru negeri,” ujar Kitty.
Kehadiran 11 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga di IFW 2026 menjadi bukti komitmen perusahaan untuk mengangkat kelas usaha lokal ke level yang lebih tinggi.
Dengan membuka akses yang lebih luas, Kitty berharap produk lokal mampu bersaing dan menembus pasar global, sehingga daya saing industri kreatif nasional pun ikut terdongkrak.







