Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Melalui IT Bitung Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas melalui PADU dan Kerajinan Limbah Kelapa

Berita3 Dilihat

 

itung, 15 Oktober 2026* – Sebagai perusahaan penyalur energi nasional, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung.

Bersama kelompok binaan KALEB Community, program ini mengolah limbah kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai material sisa menjadi kerajinan bernilai ekonomi.

Inisiatif itu sekaligus menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk kreatif, serta membuka peluang usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Trainers of Trainer (ToT) dan pelatihan pembuatan kerajinan berbahan limbah kelapa.

Para tutor terlebih dahulu memperoleh pelatihan dari tenaga profesional agar memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan untuk mendampingi proses produksi anggota kelompok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan penyandang disabilitas, termasuk teman tuli dan penyandang disabilitas fisik.

Dalam pelaksanaannya, pembagian peran mempertimbangkan keterampilan, minat, serta kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota. Teman tuli terlibat dalam pembuatan kerajinan bersama fasilitator.

Sementara anggota lainnya dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha sesuai kemampuan masing-masing.

Penyesuaian tempat kerja dan peralatan turut menjadi perhatian untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas selama kegiatan berlangsung.

READ  Warga Bukit Besar Ubah Sampah Jadi Peluang, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kemandirian dan Ekonomi Sirkular

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa PADU diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan dan terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

“Pemberdayaan yang berkelanjutan perlu memberikan ruang bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran sesuai kemampuannya. Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi KALEB Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Lilik.

Mega Yanti Makaminang, Regenerasi Local Hero Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul) Pertamina Patra Niaga IT Bitung, turut menjelaskan bahwa program ini membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengambil bagian dalam kegiatan usaha produktif.

Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar potensi anggota kelompok binaan dapat berkembang.

“Melalui PADU, kami ingin memastikan teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan memberi pengalaman baru bagi kelompok binaan, sekaligus membuka peluang agar hasil karya mereka semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi langkah menuju kemandirian usaha KALEB Community,” ujar Mega.

READ  Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi Nasional, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Nusantara

Salah satu potensi yang dikembangkan melalui program ini adalah pemanfaatan kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa sebagai bahan baku kerajinan.

Material yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara tersebut diolah menjadi produk kreatif melalui keterampilan anggota KALEB Community.

Saat ini, kelompok binaan tersebut memanfaatkan sekitar 20 kilogram limbah kelapa setiap bulan, menyesuaikan permintaan produk.

Jika berlangsung konsisten selama satu tahun, jumlah material yang dimanfaatkan diperkirakan mencapai 240 kilogram.

Pemanfaatan tersebut memberikan nilai tambah pada material sisa sekaligus memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan usaha masyarakat.

Melalui pengolahan kembali menjadi produk kerajinan, limbah kelapa dapat dimanfaatkan lebih optimal dan membuka peluang pendapatan bagi kelompok binaan.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung juga mendorong pengembangan KALEB Community agar memiliki peluang usaha dan jangkauan pemasaran yang lebih luas.

Salah satu gagasan yang tengah dijajaki adalah menjadikan KALEB Community sebagai destinasi wisata edukatif, yang memperkenalkan kerajinan berbahan limbah kelapa sekaligus pengalaman berinteraksi secara inklusif dengan penyandang disabilitas.

Konsep tersebut direncanakan memadukan lokakarya pembuatan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat bersama teman tuli, serta pengalaman menikmati kopi dari Cue Cafe, salah satu unit usaha KALEB Community.

Pengunjung juga diharapkan berpeluang membawa pulang produk kerajinan hasil karya anggota kelompok binaan.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Dukung Ruang Kelas Darurat bagi SMP Negeri 19 Bengkulu Pascakebakaran

Pengembangan konsep ini diharapkan dapat membuka pasar baru, memperluas jejaring usaha, dan menghadirkan pengalaman wisata yang menggabungkan kreativitas lokal, edukasi lingkungan, dan inklusivitas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pemangku kepentingan lainnya.

Program PADU sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas produktif serta peluang usaha.

Lalu, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan kesempatan ekonomi yang inklusif, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah.

Serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penjajakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam pengembangan usaha maupun wisata edukatif.

Melalui PADU, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan peningkatan kapasitas, pengembangan peluang ekonomi, dan pemanfaatan potensi lokal.

Pengembangan KALEB Community diharapkan dapat berlanjut dari kegiatan pelatihan menuju usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Sekaligus memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan sosial serta ekonomi di Kota Bitung.

Informasi mengenai produk dan layanan Pertamina dapat diperoleh melalui situs resmi MyPertamina, media sosial @pertaminasulawesi, serta Pertamina Contact Center (PCC) 135.