Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Hidupkan Kembali Wisata Lubuk Penyengat, Dorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya Sungai

Berita, Jambi41 Dilihat

JAMBI, SEPUTARSUMATERA.COM – Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, aktivitas wisata di Lubuk Penyengat, Desa Baru, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, kembali dikembangkan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Jambi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muaro Dano, mengembangkan wisata pemancingan.

Yang mana, dengan memanfaatkan anakan Sungai Batanghari sebagai ruang wisata sekaligus penggerak ekonomi dan pelestarian budaya masyarakat.

Pengembangan tersebut diresmikan pada Minggu (16/8/2026) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp124 juta.

Dukungan Pertamina mencakup gazebo pemancingan sepanjang 40 meter, tiga gazebo pondokan, dua perahu, 20 paket perlengkapan pemancingan, sarana budidaya ikan, bibit ikan, serta bibit tanaman.

Camat Maro Sebo, Bombi Sormin, mengapresiasi kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan Pertamina dalam menghidupkan kembali wisata Lubuk Penyengat.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rayakan Hari Anak Nasional dengan Ruang Belajar Kreatif di Kampung Literasi 26 Ilir Palembang

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan untuk menghidupkan kembali potensi wisata Lubuk Penyengat. Harapannya, kawasan ini terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Maro Sebo,” ujar Bombi.

Ketua Pokdarwis Muaro Dano, Sukirman, mengatakan pengembangan ini menjadi langkah masyarakat untuk menghidupkan kembali kawasan, yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata alam dan air di kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi.

“Setelah lama berhenti karena pandemi, kami mencoba menghidupkan kembali kawasan ini dengan memanfaatkan sungai sebagai tempat pemancingan sekaligus mengenalkan budaya dan kehidupan masyarakat sekitar sungai,” ujar Sukirman.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kelola 294,89 Ton Sampah per Tahun, Dorong Ekonomi Sirkular Masyarakat

Dalam dua minggu pertama, pengembangan kawasan mulai menunjukkan dampak positif dengan melibatkan 15 orang pengelola dan satu UMKM dalam aktivitas wisata.

Untuk memperkuat ekosistem perairan, Pertamina bersama masyarakat juga melakukan restocking 6.100 ekor ikan patin dan gurame.

Pengembangan wisata turut diperkuat melalui Sekolah Budayo yang berdiri sejak 2024 di bawah pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jambi.

Sebanyak 35 anak mengikuti pembelajaran sejarah, seni tradisional, budaya sungai, kerajinan, kearifan lokal, dan lingkungan bersama maestro budaya dari Desa Baru dan Pokdarwis Muaro Dano.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, mengatakan, program tersebut diarahkan agar potensi sungai dan budaya lokal dapat dikelola menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.

READ  Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM Terjaga dengan Pengelolaan Impurities di Kilang

“Lubuk Penyengat memiliki kekuatan pada sungai dan budaya masyarakatnya. Kami ingin potensi tersebut berkembang menjadi daya tarik wisata yang sekaligus membuka peluang ekonomi dan menjaga lingkungan serta budaya lokal,” ungkap Rusminto.

Melalui program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Lalu, Tujuan 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Tujuan 14 Ekosistem Perairan, Tujuan 15 Ekosistem Daratan, serta Tujuan 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan, yang mendorong kemandirian masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta ekonomi lokal.