Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Kembangkan Budidaya dan Pelestarian Anggrek di Bangka Tengah

Berita41 Dilihat

PANGKALPINANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam yang perlu dijaga bersama, termasuk dengan melibatkan masyarakat dalam merawat dan mengenalkan flora lokal.

Semangat tersebut tumbuh di Ekowisata Bukit Pinteir, Kabupaten Bangka Tengah, melalui pengembangan budidaya dan pelestarian anggrek oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir bersama Kelompok Ekowisata Dul Bukit Pinteir Be’tuah (EDUBINA).

Sejak Juni 2026, sebanyak 87 tanaman dari 23 spesies anggrek dikembangkan di greenhouse berukuran 6 x 2,5 meter. Koleksi tersebut mencakup sejumlah spesies anggrek alami Indonesia.

Yang mana ditemukan tumbuh di wilayah Bangka, di antaranya Grammatophyllum speciosum, Arundina graminifolia, Coelogyne pandurata dan Vanda hookeriana.

Upaya itu dilakukan untuk mendukung pelestarian keanekaragaman anggrek di Pulau Bangka sekaligus mengenalkan kekayaan flora tersebut kepada masyarakat.

READ  Optimalkan Penerimaan Pasokan BBM dari Kapal, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Percepat Normalisasi Distribusi di Kalbar

Sebanyak 22 anggota EDUBINA turut mendapatkan pelatihan, mulai dari pengenalan jenis, penanaman dan perawatan, hingga pemanfaatan pohon inang sesuai karakteristik anggrek.

Ketua Kelompok EDUBINA, Sumarlin, mengatakan pengembangan anggrek memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar merawat tanaman sekaligus menambah pengalaman baru bagi pengunjung Bukit Pinteir.

“Melalui kegiatan budidaya anggrek ini, kami tidak hanya belajar merawat dan mengembangkan tanaman, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga tanaman lokal yang menjadi bagian dari kekayaan alam Bangka. Kami berharap koleksi anggrek ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari daya tarik edukasi di Bukit Pinteir,” ujar Sumarlin.

Kehadiran greenhouse juga mulai menambah daya tarik Bukit Pinteir. Sebelum pengembangan dilakukan, kawasan ini rata-rata menerima sekitar 50 pengunjung dalam satu bulan. Kini, jumlah kunjungan telah meningkat menjadi lebih dari 100 orang per bulan.

READ  Pertamina Patra Niaga Hadirkan Suvenir Karya UMKM bagi Pengunjung GIIAS 2026

Dukungan Pertamina mencakup pembangunan greenhouse, pengadaan anggrek, pelatihan dan pengembangan kapasitas kelompok dalam budidaya serta pengelolaan wisata.

Dukungan juga diberikan melalui penyediaan kolam pemandian untuk anak dan dewasa yang memanfaatkan sumber mata air di Bukit Pinteir serta pendampingan legalitas usaha produk UMKM.

Semangat menjaga lingkungan juga hadir melalui pemanfaatan kembali 100 kawat segel bekas mobil Bridger Avtur dari aktivitas operasional AFT Depati Amir. Kawat tersebut digunakan sebagai pengikat anggrek pada pohon inang dan rak budidaya sekaligus penanda koleksi tanaman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pelestarian lingkungan akan semakin kuat ketika masyarakat turut terlibat dan merasakan manfaat dari upaya yang dilakukan.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Akses Energi Berkualitas Lewat Bright Gas di Program Gebrak Rutilahu

“Menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang merawat tanaman, tetapi juga menumbuhkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Kami berharap kolaborasi bersama EDUBINA dapat terus berkembang, sehingga Bukit Pinteir tidak hanya menjadi tempat menikmati alam, tetapi juga ruang belajar tentang pelestarian lingkungan,” ujar Rusminto.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali material.

Serta Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pelestarian keanekaragaman hayati berbasis masyarakat.

Upaya tersebut juga sejalan dengan Asta Cita ke-8 dalam memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.