Puluhan Pelajar SD Belajar Perikanan Berkelanjutan di Belida Field Trip Pertamina di Sungai Gerong

Berita188 Dilihat

BANYUASIN, SEPUTARSUMATERA.COM – Suasana antusias tampak memenuhi kawasan Sentra Perikanan Terintegrasi Sungai Gerong Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (28/11/2025). Sebanyak 30 siswa SD Tamansiswa Sungai Gerong belajar dan mengeksplorasi dunia perikanan dalam tajuk Belida Field Trip.

Program edukasi lingkungan yang digelar melalui inisiatif TJSL Belida Musi Lestari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju. Kegiatan tersebut dirancang sebagai wahana pembelajaran langsung bagi pelajar, untuk mengenal ekosistem perairan, praktik budidaya ikan lokal, serta teknologi pengolahan hasil perikanan yang ramah lingkungan.

Para siswa diperkenalkan dengan berbagai unsur perikanan berkelanjutan, termasuk budidaya ikan Belida Jawa/Putak (Notopterus notopterus), tanaman pakan indigofera berkandungan protein tinggi, hingga mesin pengasap ikan ramah lingkungan. Seluruh aktivitas dipandu oleh para pembudidaya dan penggerak perikanan setempat yang telah lama berkontribusi pada pelestarian ikan lokal.

READ  Pertamina Bersihkan Puskesmas Rantau, Pulihkan Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang

Mereka juga diajak melihat langsung proses pemeliharaan ikan belida, memahami manfaat pakan hijau seperti indigofera, sekaligus menyaksikan demonstrasi teknologi pengasapan ikan yang meminimalkan emisi.

Pembelajaran lapangan ini bukan hanya memberikan gambaran praktik perikanan, tetapi juga menanamkan pengetahuan ekologis tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Penjabat sementara (Pjs) Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju Galih Arjuna Ismail berkata, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya Pertamina menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

“Edukasi sejak dini menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan. Melalui pengalaman langsung ini, anak-anak melihat bagaimana praktik perikanan yang baik dijalankan dan memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

READ  Walau Jalur Terputus, Pertamina Sukses Salurkan BBM ke Bireuen Aceh

Hingga kini, inisiatif Sentra Perikanan Terintegrasi telah memberdayakan 8 kelompok masyarakat, serta melahirkan tiga penelitian terapan tentang budidaya dan pengolahan hasil ikan berbasis zero waste.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan lokal, memperkuat konservasi ikan belida, ikon perairan Sumatra Selatan, serta menyebarluaskan praktik perikanan yang bertanggung jawab.

“Edukasi ini merupakan upaya konkret Kilang Pertamina Plaju dalam melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya ikan Belida yang ada di Sungai Musi agar dapat dibudidayakan secara berkelanjutan,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 (Kehidupan di Bawah Air) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

READ  Persaingan Ketat HDCU vs Matahati di Pilkada Sumsel 2024

Selain itu, kegiatan ini memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif.

“Upaya ini juga menjadi contoh nyata bahwa Refining Resilience tidak hanya diwujudkan melalui keandalan operasional kilang, tetapi juga melalui kontribusi pada pembangunan sosial-lingkungan,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaboratif bersama masyarakat, Pertamina berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi generasi saat ini maupun mendatang.

“Saya baru pertama kali melihat ikan belida dari dekat dan tahu cara merawatnya. Mesin pengasapnya juga menarik sekali. Senang sekali bisa belajar langsung dari lingkungan budidaya ikan ini,” ucap salah satu peserta Belida Field Trip Putri Kayla. ***