Saat Api Mengancam Sumber Penghidupan, Sumarni Tak Lupakan Bantuan yang Datang

Berita38 Dilihat

OGAN KOMERING ILIR, SEPUTARSUMATERA.COM – Sumarni (39) masih mengingat kecemasan ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kebun sawit miliknya.

Bagi perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai guru honorer itu, kebun tersebut bukan sekadar lahan, melainkan investasi dan salah satu tumpuan penghidupan keluarganya.

“Bisa menghabiskan investasi untuk hidup,” tutur Sumarni, mengenang kekhawatirannya saat api berpotensi menghanguskan kebun yang selama ini diusahakannya.

Sudah sekitar 15 tahun Sumarni menetap di desanya. Selama itu, ia beberapa kali menyaksikan dampak kebakaran. Namun, ketika api mengancam kebunnya sendiri, kekhawatiran tersebut terasa jauh lebih nyata.

Saat kebakaran terjadi beberapa waktu lalu, Sumarni bersama warga meminta pertolongan kepada PT Bumi Mekar Hijau (BMH).

READ  Pertamina Patra Niaga Ajak Pemimpin Redaksi Media Melihat Proses Distribusi dan Quality Control Avtur di AFT Halim Perdana Kusuma Menjelang SATGAS RAFI

Permintaan itu mendapat respons melalui pengerahan helikopter pemadam dan peminjaman peralatan untuk membantu mengendalikan api agar tidak terus menjalar.

Pengalaman serupa juga diingat Rustam, seorang petani yang telah 17 tahun tinggal di Desa Gajamati, Sumatera Selatan. Ia mengaku beberapa kali menyaksikan bantuan pemadaman melalui udara di wilayahnya.

“Sering dibantu oleh heli,” ujar Rustam singkat.

Bagi warga, kehadiran bantuan pemadaman menjadi penting karena kebakaran bukan hanya mengancam lahan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan penghasilan masyarakat. Asap yang menyelimuti permukiman turut memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Selain pemadaman, Sumarni dan Rustam juga mengingat upaya pencegahan yang dilakukan melalui sosialisasi, patroli bersama masyarakat, serta imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.

READ  CISEM II Resmi Beroperasi, PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional

Petugas perusahaan dan kepolisian turut terlibat memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran.

Sumarni merasakan manfaat dari upaya tersebut ketika api mulai terkendali dan asap yang sebelumnya mengganggu aktivitas warga berangsur berkurang.

“Alhamdulillah, sekarang asap kami sudah berkurang,” katanya.

Di tengah kesulitan akibat kebakaran, perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari warga juga menjadi bagian dari cerita yang mereka ingat.

Sumarni menuturkan bahwa PT BMH menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, dan gula yang dibagikan hingga ke rumah-rumah masyarakat.

Bantuan itu berarti bagi keluarga yang aktivitas pekerjaannya terganggu. Rustam juga mengingat bantuan yang diterima warga berupa 20 kilogram beras, satu kilogram gula, dan satu liter minyak goreng untuk setiap rumah.

READ  Kilang Pertamina Plaju Palembang Tetap Beroperasi Saat Libur Panjang dan Idul Adha 2025

Bagi keduanya, bantuan tersebut bukan semata soal kebutuhan pokok, tetapi juga bentuk kepedulian ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

Sumarni mengenang bagaimana hujan turut membantu memadamkan sisa-sisa api hingga kebakaran akhirnya dapat diatasi.

Meski keadaan kembali membaik, pengalaman ketika sumber penghidupannya terancam menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

“Terima kasih banyak,” ucapnya, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu.

Bagi Sumarni, pengalaman itu menyisakan pelajaran bahwa kebakaran bisa mengancam sumber penghidupan dalam waktu singkat. Namun, di tengah kecemasan tersebut, ia juga merasakan arti kehadiran bantuan dan kepedulian ketika masyarakat paling membutuhkannya.