Serunya Pasa Green Action 2006: Mahasiswa Administrasi Publik Unsri Peduli Lingkungan bersama Dishut Sumsel

Berita46 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Public Administration Students Association (PASA) FISIP Universitas Sriwijaya (UNSRI) sukses menggelar kegiatan PASA Green Action, di kantor Dinas Kehutanan Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (25/4/2026) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa FISIP Unsri tersebut, terdiri dari delegasi organisasi mahasiswa, serta berkolaborasi dengan Dishut Sumsel sebagai mitra pelaksana.

Acara tersebut turut dihadiri Kadishut Sumsel Koimuddin dan jajarannya, yang digelar sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan yang semakin kompleks.

Seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan berkurangnya ruang terbuka hijau, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Pembimbing kegiatan PASA 2026 Riza Adelia Suryani berkata, PASA Green Action 2026 bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman langsung kepada mahasiswa, mengenai pelestarian lingkungan hidup serta mendorong peran aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran di luar kelas yang mengintegrasikan teori dan praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga melihat implementasinya secara nyata di lapangan,” katanya.

Mengusung tema ‘Together We Care, Together We Protect: Turning Every Small Action into Hope for the Earth‘, event tersebut diisi dengan edukasi lingkungan, praktik penyemaian bibit tanaman dan penanaman pohon secara simbolis.

Serta menjadi diskusi interaktif bersama pihak Dishut Sumsel, yang berlangsung di lokasi kegiatan sebagai bentuk penguatan pemahaman peserta terhadap isu-isu kehutanan dan lingkungan.

READ  Momen Hari Kartini, Pertamina Perkuat Fondasi Ribuan Wirausaha Perempuan

Selain itu, tujuan acara agar memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya kesadaran, dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pembelajaran ini diharapkan dapat dikaitkan dengan bidang Administrasi Publik.

“Kita berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan dapat belajar secara langsung collaborative governance yaitu kolaborasi lintas sektor untuk peduli terhadap lingkungan,” ucapnya.

Pembelajaran Nyata dan Praktik

Serunya Pasa Green Action 2006: Mahasiswa Administrasi Publik Unsri peduli lingkungan bersama Dishut Sumsel (Dok Humas FISIP Unsri / Seputarsumatera.com)
Serunya Pasa Green Action 2006: Mahasiswa Administrasi Publik Unsri peduli lingkungan bersama Dishut Sumsel (Dok Humas FISIP Unsri / Seputarsumatera.com)

Kolaborasi mahasiswa Unsri dan Dishut Sumsel tersebut, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

Berangkat dari keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan mulai dari perubahan iklim, pencemaran, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau.

“PASA Green Action hadir sebagai ruang edukasi sekaligus aksi nyata. Kegiatan ini tidak hanya membahas isu, tetapi juga mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam solusi,” kata Riza Adelia Suryani.

Keseruan kegiatan semakin terasa saat peserta turun langsung ke lapangan melalui rangkaian aksi lingkungan.

Salah satu momen yang paling menarik adalah proses penyemaian bibit pohon yang dilakukan secara langsung oleh peserta

“Tak hanya sekadar praktik, tetapi juga menjadi pengalaman edukatif yang menyenangkan dan berkesan. Peserta diajak mengikuti setiap tahapan secara bertahap, mulai dari menyiapkan polybag hingga memastikan bibit siap untuk tumbuh dengan baik,” ujarnya.

READ  Pertamina Foundation Perkuat Dampak Berkelanjutan lewat Inovasi dan Kolaborasi

Dengan penuh antusias, peserta memasukkan campuran tanah subur dan pupuk organik ke dalam polybag sebagai media tanam.

Mereka juga memilih berbagai jenis bibit seperti kapuk, pinang, daun salam, durian, matoa, palam, dan rambutan dengan memperhatikan kondisi bibit yang sehat.

Proses dilanjutkan dengan penanaman bibit ke dalam media tanam serta penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan dan membantu proses adaptasi tanaman.

“Setelah seluruh tahapan selesai, polybag yang telah berisi bibit diletakkan di area yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup,” ungkapnya.

Selain memperoleh pengalaman praktik secara langsung, mahasiswa juga memahami proses penghijauan dimulai sejak tahap penyemaian, bukan hanya pada saat penanaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis yang menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara.

Penanaman ini dilakukan oleh perwakilan dosen pembimbing, Kepala Seksi Pembenihan dan Penghijauan dari Dishut Sumsel, serta delegasi peserta di lokasi yang telah ditentukan.

Meskipun bersifat simbolis, event tersebut memiliki makna yang mendalam. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol harapan dan komitmen bersama dalam menjaga serta melestarikan lingkungan.

“Peserta juga diajak memahami tahapan dasar penanaman pohon, mulai dari menggali lubang tanam, menempatkan bibit dengan tepat, hingga menimbun kembali tanah agar tanaman dapat tumbuh dengan kokoh,” ucapnya.

READ  Pertamina Teken MoU dengan Kemenhut untuk Optimalisasi Fungsi KHDTK

Manfaat bagi Mahasiswa

Serunya Pasa Green Action 2006: Mahasiswa Administrasi Publik Unsri peduli lingkungan bersama Dishut Sumsel (Dok Humas FISIP Unsri / Seputarsumatera.com)
Serunya Pasa Green Action 2006: Mahasiswa Administrasi Publik Unsri peduli lingkungan bersama Dishut Sumsel (Dok Humas FISIP Unsri / Seputarsumatera.com)

Secara lingkungan, penanaman pohon berkontribusi dalam meningkatkan kualitas udara, mengurangi emisi karbon, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

“Dari sisi edukasi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu lingkungan dan kebijakan publik,” ucapnya.

Sementara itu, dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kepedulian, tanggung jawab, serta kolaborasi antarindividu dan institusi.

Head of PASA Aditya Akbar Pratama berujar, PASA Green Action menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan peran mereka sebagai agent of change.

Pengalaman langsung di lapangan memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan.

“Harapannya dengan adanya PASA Green Action ini, masyarakat bisa lebih sadar akan lingkungan sekitar serta lebih memahami arti penting lingkungan yang bersih dan sehat,” ucapnya.

Dia berujar, PASA Green Action (PGA) merupakan salah satu program kerja yang inovatif dan berdampak.

Melalui penyelenggaraan PGA, diharapkan PASA dapat terus eksis sebagai katalisator perubahan dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, PASA Green Action diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” ungkapnya.