Sidak di SPBU di 4 Daerah di Sumsel, Ini Langkah Pertamina Patra Niaga Atasi Antrean Solar Bersubsidi

Berita70 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM  – Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Pertamina Patra Niaga dan aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) di 6 SPBU di Kota Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir Sumsel, Selasa (14/7/2026) siang untuk memastikan penyaluran BBM solar bersubsidi tepat sasaran.

Dari hasil pantauan di lapangan, Gubernur Sumsel berkata, antrean kendaraan sudah mulai berkurang setelah dilakukan penyesuaian di sejumlah SPBU untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi, meskipun masih ada antrean panjang dii SPBU yang ramai diisi oleh kendaraan yang akan berangkat ke luar kota atau yang berasal dari luar Sumsel.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga sudah memetakan SPBU yang perlu dioptimalkan jam operasionalnya, termasuk mendorong beberapa SPBU agar melayani selama 24 jam.

“Pertamina juga telah menyatakan kesiapan untuk melakukan penyesuaian penyaluran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Kami melihat hasil dari langkah-langkah yang telah disepakati bersama mulai terlihat, termasuk berkurangnya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi. Namun demikian, pengawasan akan terus diperkuat. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Herman Deru.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Dukung Optimalisasi Pelayanan Posyandu di Kabupaten Lahat
Sekda OKI Asmar Wijaya bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo seusai meninjau antrean solar bersubsidi di 2 SPBU di Kayuagung OKI Sumsel (Nefri Inge / Seputarsumatera.com)
Sekda OKI Asmar Wijaya bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo seusai meninjau antrean solar bersubsidi di 2 SPBU di Kayuagung OKI Sumsel (Nefri Inge / Seputarsumatera.com)

Di hari yang sama, Sekda OKI Asmar Wijaya bersama tim Pertamina Patra Niaga Sumbagsel juga mengunjungi 2 SPBU di OKI Sumsel, yang menyediakan BBM solar bersubsidi. Namun di dua SPBU tersebut, tidak terlihat begitu padat antrean kendaraan walaupun masih didominasi kendaraan bertonase besar.

Menurutnya, optimalisasi alokasi penyaluran di 13 SPBU di Kabupaten OKI sudah dilakukan, sehingga kondisi antrean dalam beberapa hari terakhir sudah jauh lebih terurai.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Komitmen Dukung UMKM Binaan dengan Perluas Akses Promosi

Jika nantinya kembali terjadi antrean, Pemkab OKI Sumsel meminta agar pengelola SPBU bisa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) OKI dan Polres OKI agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan dan peruentukan, serta tidak melakukan praktik penimbunan karena bisa dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kuota di tahun 2026 memang lebih besar dibandingkan tahun lalu. Untuk menindaklanjuti jangan sampai kejadian antrean panjang, kita sudah koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Sumbagsel agar ditambah kuota (solar bersubsidi). Agar ini bisa memenuhi kebutuhan subsidi sampai Desember 2026 mendatang, sehingga kekhawatiran kita terhadap antrean panjang tidak terjadi lagi,” ucapnya, Selasa (14/7/2026) di SPBU 24.306.84 di lintas Kayuagung OKI Sumsel.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung
Petugas SPBU di Kayuagung Kabupaten OKI Sumsel saat mengisi BBM solar bersubsidi ke mobil truk yang sudah mengantre pada Selasa (14/7/2026) siang (Nefri Inge / Seputarsumatera.com)
Petugas SPBU di Kayuagung Kabupaten OKI Sumsel saat mengisi BBM solar bersubsidi ke mobil truk yang sudah mengantre pada Selasa (14/7/2026) siang (Nefri Inge / Seputarsumatera.com)

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo berkata, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Pertamina terus memastikan stok BBM di wilayah Sumsel berada dalam kondisi mencukupi dan penyalurannya berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel juga sudah masif mengedukasi ke masyarakat terkait penyaluran BBM bersubsidi yang harus tepat sasaran. Mereka juga menyiapkan help desk untuk para supir yang belum mengerti penggunaan QR code dan aplikasi MyPertamina, sebagai syarat pengisian solar bersubsidi.

“Batas pengisian memang sudah diatur BPH migas, yang dilihat dari klasifikasi kendaraan. Luasan SPBU juga berbeda-beda, jika ada SPBU yang kawasannya luas, antrean lebih mudah terurai. Untuk itu, kita menurunkan Marshall Pertamina, yang bisa mengatur antrean SPBU agar tetap kondusif. Walaupun nantinya harus menggunakan bahu jalan, tapi jangan sampai menutupi jalan,” ucapnya.