Sinergi Bareng ISEI, Bank Indonesia Gelar 3rd SEF 2026 di Unsri Palembang

Berita35 Dilihat

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Penguatan hilirisasi sektor pangan dan energi menjadi langkah strategis, dalam mendorong ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki potensi besar untuk mengambil peran tersebut melalui optimalisasi sumber daya unggulan daerah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumsel bersinergi bersama ISEI menginisiasi Policy Talks dalam rangka Road to 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 pada Rabu (22/4/2026) di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Mengusung tema ‘Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan & Energi Sumatera Selatan’, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, akademisi, dan pengamat ekonomi.

READ  Lebaran 2026, Pasokan BBM Nasional Aman dan Terkendali

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang, Prof Azwardi berkata, sinergi hilirisasi pangan dan energi di Sumsel, sejalan dengan prioritas nasional yang tertuang dalam delapan agenda pembangunan nasional (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut sekaligus mengangkat isu-isu strategis perekonomian Sumsel dan menghimpun berbagai gagasan serta rekomendasi kebijakan dari para pemangku kepentingan.

“Sumsel memiliki peluang besar untuk berkontribusi pada tingkat nasional, melalui pengembangan hilirisasi berbasis keunggulan komparatif daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono memaparkan tentang Policy Brief kondisi ekonomi Sumsel, perkembangan inflasi, serta prospek perekonomian ke depan.

READ  Skor ESG Terus Meningkat, Pertamina Kokoh Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas

Ia berujar, Sumsel memiliki potensi besar di sektor batu bara dan kelapa sawit yang didukung oleh ketersediaan sumber daya dan cadangan yang melimpah.

“Oleh karena itu, hilirisasi menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah melalui produk turunan yang lebih kompetitif,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Road to SEF 2026 ini, Bank Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan strategi implementatif untuk memperkuat hilirisasi sektor pangan dan energi.

Forum tersebut, lanjutnya, juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan awareness seluruh elemen di Sumsel akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bernilai tambah.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Oleh-Oleh Kamilah Bertumbuh, Satu Usaha Hidupi Banyak Keluarga

Hal tersebut dalam rangka menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Bank Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menyumbangkan ide dan gagasan pengembangan perekonomian Sumsel, melalui kompetisi penulisan applicative essay SEF 2026 yang dapat diikuti melalui link https://linktr.ee/Call_for_Applicative_Essay.

Sebagai bentuk transparansi dan diseminasi informasi, seluruh informasi terkait penyelenggaraan SEF 2026 dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sumsel.