Tangani Bencana Sumatera, SBY Minta Jangan Samakan dengan Presiden Prabowo Subianto

PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Bencana Sumatera yang terjadi di tiga provinsi di Indonesia yakni di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh, memakan ribuan korban jiwa, kerusakan fasilitas dan rumah hingga rakyat yang kehilangan harta benda dan anggota keluarganya.

Penanganan bencana Sumatera oleh pemerintah pusat, disikapi oleh Presiden ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam media sosial (medsos) pribadi SBY di X atau Twitter, dia mengaku terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera.

Perhatiannya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

READ  PGN Fokus Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi Demi Perkuat Ketahanan Energi

“Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis,” ujarnya saat ditulis di akun @SBYudhoyono Rabu (24/12/2025) lalu.

Melalui medsos pribadinya, SBY ingin menyampaikan pandangan prubadi saya terkait bencana Sumatera dan langkah-langkah penanganannya. Penanganan bencana itu menurutnya sangat kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan. Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di mana-mana.

Penangana bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya juga dinilainya memerlukan waktu. Diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi, kebijaksanaan dan masterplan yang utuh dan pelaksanaan yang efektif.

“Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintah yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya,” tulis SBY.

READ  Jadi Narsum ICCN Connects 2025, VP Human Capital Drilling Bahas Penguatan Budaya Kerja berbasis DEI

Komando pengendalian harus efektif dan idealnya Presiden Indonesia, bisa memimpin melalui manajemen kritis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama.

“Misalnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks dari bencana itu, perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpin,” ujarnya.

READ  Ketua DPRD Prov Hadiri Pelantikan Pengurus PW KAB PII Sumsel Priode 2022-2026

Dirinya tahu Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Presiden Prabowo dinilainya telah mengambil sejumlah kebijakan, untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut.

Sekarang ini, lanjutnya, perhatian semua tertuju pada rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, Sumut dan Sumbar, agar kondisinya pulih dan bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ada sejumlah faktor agar rehabilitasi dan rekonstruksi berhasil.

“Konsep rehabilitasi, rekonstruksi yang baik, organisasi dan kepemimpinan di lapangan yang efektif serta implementasi dari rencana yang juga efektif. Jangan dilupakan, akuntabilitas penggunaan uang negara juga dijaga dengan baik,” ungkapnya. ***