Ungkapan seorang ayah penyebab kematian anaknya desfa

Berita1424 Dilihat

SeputarSumatera. Com, PALEMBANG-Desfa Ajani bocah berusia 7 tahun yang mengalami gagal operasi usus buntu 3 kali RSUD BARI meninggal dunia di rumah sakit RSMH Husein Minggu (19/03/2023) sekitar pukul 21:45 WIB, pasca menjalani operasi pemotongan usus pada senin (13/03/2023).

Kini desfa sudah dibawah kerumah duka Di jalan Faqih usman, kelurahan 2 ulu palembang.

Herman (44) ayah kandung desfa mengatakan sebelum meninggal kondisi desfa kritis pasca operasi dan tidak sadarkan diri. menurut keterangan dokter desfa mengalami Infeksi pada bekas luka operasi sebelumnya yang menjalar ke organ hati.

READ  Resmi Ditutup, Pertamina Kawal Kelancaran Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2026

“Sebelum meninggal kami sempat dipanggil oleh dokter sekitar 21:45 WIB. dokter mengatakan adik lagi masa kritis, yang disebabkan oleh cairan kuning yang keluar dari bekas operasi sebelumnya, yang menjalar ke hati yang menyebabkan pembulu darah pecah. Jantung adek sempat berhenti namun kembali berdetak setelah dilakukan tindakan pompa manual, ” ujar Herman Saat dijumpai di rumah duka, Senin (20/03/2023).

READ  Temui Mensos, Wako Palembang Ajukan Sekolah Rakyat dan Penambahan Kuota Bansos

Herman juga Menambahkan bahwa pasca operasi desfa ini tak kunjung sadar setelah di beri obat tidur selama 5 hari. Yang dimana Kondisi ini membuat jatung dari desfa melemah.

“Pada pasca operasi ke 2, dokter menyarankan untuk desfa di bangunkan, kata dokter biar cepat sembuh. Tapi pas selang bantu nya di cabut, Desfa nge drop lagi dan mulai kejang” Ujar Herman

Ia menyembut bahwa keluarga tidak ada firasat bahwa desfa akan meninggal. Desfa sempat meminta ketika ia sembuh desta ingin mengajak ayahnya jalan-jalan.

READ  Pemenang Bright Gas Cooking Competition 2025, Siap Kursus Masak di Le Cordon Bleu Thailand

“Tak ada mimpi sama sekali. keluarga Hanya di panggil oleh dokter lalu mengatakan bahwa kondisi desfa sudah gawat. Tapi setelah itu desfa dinyatakan meninggal” Ujar Herman

Ketika ditanya soal laporannya di polda sumsel, Herman berharap bahwa laporan nya ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.

“kami sudah melapor, kepada polisi saya berharap yang bersangkutan oknum dokter segera dipanggil”ungkapnya.(Rian)