OGAN ILIR, SEPUTARSUMATERA.COM – Tim Pengabdian Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Meranjat Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (6/11/2025).
Pengabdian yang diketuai oleh Lisa Mandasari, S.IP., M.Si. dari Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Unsri beranggotakan Dian Anggraini, S.IP., M.Si. dan Riza Adelia Suryani, S.Sos., M.Si. dari FISIP Unsri serta Yunita, S.Pd., M.H. dari Fakultas Hukum Unsri.
Pengabdian ini mengusung tema “Pemberdayaan UMKM Melalui Pelatihan Keuangan dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal”.
“Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi antara Universitas Sriwijaya dan pihak desa dalam rangka penguatan UMKM melalui pelatihan keuangan dan pemasaran digital”, terang Lisa.
Hasil kajian pra-riset menunjukkan bahwa Desa Meranjat berperan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui industri rumahan olahan ikan seperti kerupuk.
Lisa menjelaskan sektor tersebut menghadapi tantangan utamanya terkait penyesuaian dengan tuntutan kemajuan teknologi. Masih kurangnya literasi masyarakat terhadap pemanfataan media sosial dan e-commerce dalam pemasaran membuat UMKM ini sulit berkembang di era digitalisasi saat ini.
“Banyak dari UMKM kerupuk ini belum memahami manajemen keuangan seperti laporan arus kas dan pemisahan modal dan untung,” ujarnya.
Puluhan ibu-ibu yang menggeluti industri kerupuk dan pempek di Desa Meranjat antusias mengikuti kegiatan pendampingan yang dibagi menjadi dua sesi ini.
Sesi pertama membahas tentang cara memanajemen arus kas dan administrasi laporan keuangan secara sederhana dan sesi kedua memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial dan e-commerce sebagai sarana promosi usaha. Kedua sesi ini dibawakan oleh Dian Anggraini.
Selain itu, tim pengabdian juga mendemonstrasikan cara pemanfaatan Shopee dan Facebook dalam pengembangan market UMKM agar dapat menjangkau penjualan yang lebih luas.
Kepala Desa Meranjat, Susi, menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Sriwijaya. Dia berkata, kegiatan tersebut bisa menambah pengetahuan ibu-ibu di Desa Meranjat, yang mempunyai usaha pembuatan kerupuk terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan pemasaran produknya melalui media sosial dan Shopee.
“Selama ini kedua aplikasi tersebut biasa digunakan untuk menghabiskan uang, tapi dengan adanya pelatihan ini hanya berharap dapat menjadi sumber pemasukan bagi ibu-ibu di desa ini,” katanya.
Susi juga menyampaikan harapannya agar kegiatan pengabdian ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sehingga UMKM di Desa Meranjat dapat terus berkembang. ***







