Dari Anyaman Lokal, Agrominafiber Menembus Pasar Global

Berita29 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – Dari material anyaman, Novita Hermawan melihat peluang untuk menghadirkan produk lokal yang memiliki nilai lebih.

Melalui Agrominafiber, ia mengembangkan bisnis perabot berbasis anyaman menjadi berbagai produk yang memadukan fungsi, desain, dan karakter kerajinan lokal.

Perjalanan membangun Agrominafiber membuat Novita memahami bahwa menghasilkan produk berkualitas hanyalah satu bagian dari proses membangun usaha.

Di tengah persaingan industri perabot dan kerajinan, produk juga perlu memiliki identitas, dikenal konsumen, mendapatkan kepercayaan, hingga menemukan pasar yang tepat.

Pelajaran itulah yang dibagikan Novita dalam Webinar Merah Putih bertajuk ‘Merdeka Berkarya, UMKM Naik Kelas‘ yang diselenggarakan Pertamina sebagai ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran bagi pelaku UMKM.

“Produk yang bagus belum tentu otomatis terjual. Kita harus belajar bagaimana produk diposisikan, dikomunikasikan, ditemukan, dan akhirnya dipercaya konsumen,” ujar Novita.

Menurut Novita, salah satu tantangan dalam mengembangkan Agrominafiber adalah membawa produk perabot berbasis anyaman agar tidak hanya dilihat sebagai produk kerajinan.

Tetapi memiliki brand dan positioning yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Karena itu, proses membangun kepercayaan konsumen menjadi sama pentingnya dengan menjaga kualitas produk.

Perjalanan Novita bersama ekosistem Pertamina dimulai ketika mengikuti Program Womenpreneur Pertamina Foundation pada 2022.

Setahun kemudian, Agrominafiber bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina dan mulai mengikuti berbagai program untuk memperkuat kapasitas usahanya.

READ  Horeee.. Palembang akan Dibangun Skate Park Berstandar Nasional

Sejak itu, Agrominafiber mendapatkan berbagai kesempatan pengembangan melalui Business Matching, UMK Academy Go Online, LMS UMK Academy, Petrapreneur Aggregator 2025, hingga SMEXPO Pertamina Marketplace.

Pertamina juga membuka akses bagi Agrominafiber untuk memperkenalkan produk-produknya melalui berbagai pameran nasional, antara lain INACRAFT, Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, INABUYER 2026, dan SMEXPO Pertamina.

Bagi Novita, setiap pelatihan, pameran, dan pertemuan dengan calon pembeli menjadi bagian dari proses belajar.

Ia tidak hanya mendapatkan kesempatan menawarkan produk, tetapi juga belajar memahami kebutuhan konsumen, memperkuat brand, membangun jejaring, hingga menyesuaikan cara berkomunikasi dengan calon pembeli dari karakter pasar yang berbeda.

Pengalaman tersebut juga mengubah cara Agrominafiber memasarkan produk. Novita menyadari bahwa mengandalkan satu kanal pemasaran tidak lagi cukup.

Selain marketplace dan media sosial, Agrominafiber mulai memanfaatkan website, business matching, pameran, hingga platform ekspor untuk memperluas jangkauan dan membangun relasi dengan calon buyer.

“Pendampingan saja tidak cukup, karena dari UMKM sendiri perlu bertransformasi dari sekadar memiliki produk unggulan menjadi produk pilihan. Untuk sampai ke sana, kita perlu membangun brand, membangun kepercayaan, kemudian membangun pasar,” kata Novita.

Proses tersebut perlahan membawa produk perabot berbasis anyaman Agrominafiber menjangkau pasar yang lebih luas.

READ  Luncurkan Brightspace, Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekosistem NFR melalui Bright Connect 2025

Pada 2024, Agrominafiber mendapatkan kesempatan mengikuti SMEXPO Pertamina Nasional di Gandaria City, yang menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produknya kepada pasar dan memperluas jaringan usaha.

Perjalanan itu kemudian mencapai salah satu tonggak penting pada 2025, ketika Agrominafiber melakukan pelepasan ekspor perdana produk homedecor ke Amerika Serikat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Agrominafiber membawa produk berbasis anyaman dari usaha lokal menuju pasar internasional.

Konsistensi Novita mengembangkan usaha juga mengantarkan Agrominafiber meraih berbagai apresiasi, di antaranya Awarding Program Kewirausahaan KemenKUKM 2023, Juara 2 Kreasi dan Inovasi Kabupaten Kebumen 2024.

Lalu, UMKM Terinternasional Bank Indonesia Jawa Tengah 2025, Pemenang Sisberdaya 2025, Top 10 Petrapreneur Aggregator Pertamina, hingga peringkat kelima Ecosystem Impact Champion 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan perjalanan Agrominafiber menunjukkan pentingnya proses pembelajaran dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap agar UMKM semakin siap mengembangkan usahanya.

“Setiap UMKM memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami mendorong proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga bagaimana pelaku usaha semakin kuat dari sisi kapasitas, digitalisasi, brand, hingga akses pasar. Harapannya, UMKM dapat semakin mandiri dan mampu membawa produknya menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Baron.

READ  Musda XI Dimulai Awal Agustus 2026, Siapa Calon Ketua DPD Golkar Sumsel ?

Menurut Baron, Pertamina terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui berbagai dukungan, mulai dari penguatan perizinan usaha, digitalisasi dan pemanfaatan marketplace, pelatihan, business matching, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran nasional dan pembukaan akses menuju pasar internasional.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam satu pameran atau satu transaksi, tetapi proses agar UMKM terus belajar, berkembang, dan memiliki daya saing untuk tumbuh dalam jangka panjang,” kata Baron.

Perjalanan Agrominafiber menunjukkan bahwa UMKM naik kelas bukanlah hasil dari satu lompatan besar. Dari mengembangkan perabot berbasis anyaman, belajar membangun brand, mengikuti berbagai pelatihan dan pameran, bertemu calon buyer, hingga akhirnya membuka jalan menuju pasar global dengan berbagai varian produk anyaman.

Setiap tahapan menjadi bagian dari proses membangun usaha yang lebih kuat.

Program pembinaan UMKM Pertamina turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta TPB/SDGs Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Program itu juga selaras dengan Asta Cita poin ke-3 dalam mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja.

Melalui ekosistem pembinaan tersebut, Pertamina berharap semakin banyak produk lokal mampu membangun identitas dan kepercayaan pasar.

Sekaligus membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.