Demi Energi Merata, Pertamina Patra Niaga Bersama Masyarakat Salurkan LPG Melintasi Jembatan Putus di Aceh

Berita238 Dilihat

ACEH, SEPUTARSUMATERA.COM – Di tengah keterbatasan infrastruktur akibat jembatan yang putus di Desa Teupin Redeup, Kecamatan Peusangan, semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat.

Sejak 4 Desember 2025, Pertamina Patra Niaga bersama tim agen LPG, relawan, dan warga setempat melakukan aksi heroik untuk memastikan energi tetap menjangkau seluruh rumah tangga di wilayah terdampak.

Kerusakan jembatan yang memutus akses utama membuat distribusi LPG tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan seperti biasa. Namun, pelayanan energi tidak boleh terhenti.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan lewat Donor Darah dan VCT

Dengan penuh dedikasi, pendistribusian LPG dilakukan secara manual dan estafet, memanggul tabung melewati jalur darurat, menyeberangi Sungai Tingkeum, hingga mengalirkan tabung melalui sling rail yang dipasang secara gotong royong oleh warga dan relawan.

Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan aksi ini bukan sekadar pengiriman energi, tetapi cerminan keteguhan masyarakat dalam menghadapi kesulitan.

READ  Melalui Srikandi Mandiri, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Wujudkan Perempuan Mandiri dan Produktif

Dengan kebersamaan antara warga, relawan, dan tim agen, ratusan tabung LPG berhasil dipindahkan melewati jembatan putus demi memastikan pasokan energi tetap terjaga di Kecamatan Peusangan dan sekitarnya.

“Energi harus tetap merata. Dengan segala keterbatasan yang ada, ini adalah usaha kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan energi, terutama LPG,” ujar perwakilan Pertamina Patra Niaga.

READ  Ini Alasan Cabup Slamet-Alfi Lebih Dipilih Responden Survei LKPI di Pilkada Banyuasin

Dia berkata, semangat gotong royong dan bantuan warga menjadi pilar utama keberhasilan distribusi di situasi sulit.

Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi, terutama di wilayah yang terdampak bencana atau gangguan infrastruktur. Upaya kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pelayanan energi tidak hanya tentang logistik, tetapi juga tentang kemanusiaan dan solidaritas.