Pertamina Optimalkan Distribusi BBM dan LPG di Aceh Melalui Skema Alternatif Pascabencana

Aceh, Berita584 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) terus mengupayakan pemulihan distribusi energi di sejumlah wilayah Aceh pascabencana, dengan menerapkan berbagai skema alternatif, baik untuk penyaluran BBM maupun LPG.

Untuk komoditas LPG, kendala distribusi terjadi di beberapa wilayah Aceh akibat terbatasnya akses logistik pascabencana.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina telah menyalurkan LPG melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh dengan total pengiriman mencapai 990 metrik ton LPG.

READ  Akses Jalan Masih Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan LPG bagi masyarakat dan mempercepat proses pemulihan distribusi di wilayah terdampak.

Untuk komoditas BBM, kendala distribusi terjadi di wilayah Aceh Tamiang. Pertamina melakukan penguatan suplai dengan mengoptimalkan jalur distribusi, yang masih memungkinkan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Ada dua SPBU di Aceh Tamiang yang beroperasi dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, karena kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih.

READ  Dari Sampah Jadi Berkah, Warga Sumber Jaya Bangkit Bersama Pertamina Patra Niaga Sumbagsel

Selain itu, penyaluran BBM juga dilakukan melalui skema canting, yaitu penyaluran BBM dari drum dengan metode sedot manual, sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM di tengah keterbatasan sarana operasional.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan, serta mengatur waktu pembelian agar tidak dilakukan secara bersamaan.

READ  Kunjungi Booth MyPertamina di GIIAS 2026, Ikuti Beragam Aktivitas dan Dapatkan Hadiahnya

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw berkata, seluruh upaya pemulihan distribusi energi dilakukan secara bertahap dan kolaboratif.

“Pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana terus dilakukan bersama berbagai pihak dan difokuskan pada skala prioritas, seperti operasional fasilitas layanan publik, rumah sakit, serta kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat,” ucap Fahrougi.