Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Inovasi Budidaya dan Pemberdayaan Masyarakat

Berita14 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, melalui berbagai Program Community Involvement and Dvelopment (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Serta menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah satu program unggulan tersebut adalah pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Program tersebut hadir sebagai jawaban atas tantangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, dan ancaman abrasi.

READ  Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, Pasokan BBM Satu Harga ke Krayan Tetap Aman

Melalui teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil melalui budidaya ikan nila dengan masa panen sekitar 4–6 bulan.

Program ini juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp, yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp. 9,3 juta per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

READ  Hadir di Palembang, PLN Mobile Hadirkan Kemeriahan Color Run 2025 di Plasa Benteng Kuto Besak

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang mengoptimalkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program tersebut lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan ekonomi, dan kebutuhan akses pangan yang lebih terjangkau.

Melalui integrasi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat mampu menghasilkan telur dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

READ  Sistem Kelistrikan Nasional Andal, PLN Berhasil Jaga Layanan Momen Pergantian Tahun

Limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak.

“Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini,” ujar anggota kelompok Habonaron, Asih.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.