PALEMBANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Di tengah kepulan asap, panas yang menyengat, dan medan gambut yang sulit ditaklukkan, para personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berada di garis depan.
Mereka bekerja berhari-hari, menyusuri lahan terbakar, berjibaku dengan api, sekaligus menghadapi risiko paparan asap demi menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Di balik perjuangan tersebut, ada kondisi fisik yang juga perlu dijaga. Memastikan para personel tetap dalam kondisi prima selama menjalankan tugas, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memberikan dukungan pemeriksaan kesehatan bagi personel penanganan karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) Sumsel.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Desa Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI (9/9), serta Posko Manggala Agni Gabungan di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten OI (6/9/2026).
Pemeriksaan tidak hanya menjadi upaya untuk memantau kondisi fisik para petugas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan keluhan yang mereka rasakan selama berada di lapangan. Beberapa personel mengeluhkan mata perih, gatal pada kulit, hingga tekanan darah yang cukup tinggi.
Petugas kesehatan, Medical Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Dr. Andry mengatakan kondisi lapangan yang panas dan penuh asap dapat memberikan tekanan tambahan terhadap kondisi fisik personel.
“Di lapangan mereka menghadapi panas, asap, dan aktivitas fisik yang cukup berat. Keluhan seperti mata perih dan gatal pada kulit perlu diperhatikan. Kami mengingatkan para personel untuk cukup minum, menggunakan perlengkapan pelindung dan tidak memaksakan diri apabila tubuh mulai menunjukkan keluhan,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi para personel dalam penanganan karhutla.
Di Sumsel, karhutla telah berlangsung sejak pertengahan Juli 2026 dan masih menyisakan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
Medan gambut, keterbatasan akses dan sumber air, paparan asap serta cuaca panas membuat proses pemadaman menjadi pekerjaan yang tidak mudah.
Karena itu, selain pemeriksaan kesehatan, Pertamina turut memberikan dukungan kebutuhan penunjang bagi para personel di lapangan.
Yakni berupa Karhutla Care Kit yang berisi vitamin, masker dan tisu antiseptik, serta bantuan air mineral dan kebutuhan pangan.
Ketua Tim yang bertugas, Iswandi, mengatakan perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi hal penting bagi personel yang harus terus berada di lapangan.
Pemeriksaan tersebut, lanjutnya, membuatnya bisa mengetahui kondisi tubuh selama bertugas. Mereka memang setiap hari berada di lapangan dengan panas dan asap.
“Bantuan kesehatan dan logistik dari Pertamina juga sangat membantu kami. Yang paling kami rasakan, ada perhatian dan kepedulian kepada kami yang sedang bertugas di sini,” kata Iswandi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina kepada para personel yang menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla.
“Bagi kami, di balik upaya memadamkan api, ada orang-orang yang setiap hari mempertaruhkan tenaga dan kesehatannya untuk menjaga lingkungan serta masyarakat. Kami ingin memastikan mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian. Semampu kami, Pertamina akan terus hadir memberikan dukungan, termasuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau selama menjalankan tugas,” ujar Rusminto.
Menurut Rusminto, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan kepedulian dari berbagai pihak. Dukungan kepada personel di lapangan, menjadi salah satu bentuk nyata sinergi tersebut, agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan siap.
“Semoga dukungan sederhana ini dapat memberi semangat bagi mereka untuk terus menjalankan tugas. Mereka berada di garis depan menjaga kita, dan sudah sepatutnya kita juga hadir untuk menjaga mereka,” ujar Rusminto.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan karhutla bersama para pemangku kepentingan.
Sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keselamatan, kesehatan personel, dan perlindungan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.













