Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Sulap Potensi Kelor dan Rosella Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

PANGKALPINANG, SEPUTARSUMATERA.COM – Kelor yang tumbuh di pekarangan warga dan rosella yang dibudidayakan di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Bukit Besar menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui Pelatihan Pemanfaatan Kelor dan Rosella sebagai Teh Herbal untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam membekali Kelompok Sahabat Kreatif dengan keterampilan mengolah kedua tanaman tersebut menjadi teh herbal bernilai ekonomi, Kamis (25/6/2026) lalu.

Program tersebut merupakan kelanjutan pendampingan Pertamina yang telah berjalan sejak 2024 dan diperkuat melalui pembentukan Kelompok Sahabat Kreatif sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal.

Pelatihan yang diikuti 15 peserta ini menghadirkan narasumber dari Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Pangkalpinang. Melalui materi dan praktik pembuatan teh herbal sesuai standar keamanan pangan, peserta dibekali keterampilan mengolah kelor dan rosella yang selama ini dimanfaatkan secara sederhana menjadi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

READ  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Pasar Murah, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Warga Lubuk Linggau

Narasumber sekaligus Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan kelor dan rosella memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional apabila diolah dengan baik.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mengenal kelor dan rosella sebagai tanaman pekarangan, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi teh herbal yang aman, bermutu, dan bernilai tambah. Potensi lokal ini dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha,” ujar Yiyi.

READ  Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan lewat Donor Darah dan VCT

Ketua Kelompok Sahabat Kreatif, Berna, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi kelompoknya.

“Kini kami memahami cara mengolah kelor dan rosella menjadi teh herbal yang lebih berkualitas dan bernilai jual. Semoga ini menjadi peluang usaha baru bagi kelompok kami.” tutur Berna.

Sebagai tindak lanjut, Kelompok Sahabat Kreatif akan melakukan penanaman kelor dan rosella secara berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan bahan baku. Hasil panennya akan diolah menjadi teh herbal dan dipasarkan melalui koperasi, media digital, maupun penjualan langsung kepada masyarakat.

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel  sulap potensi kelor dan rosella jadi peluang ekonomi masyarakat (Dok/ Humas Pertamina Patra Niaga Sumbagsel / Seputarsumatera.com)
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel sulap potensi kelor dan rosella jadi peluang ekonomi masyarakat (Dok/ Humas Pertamina Patra Niaga Sumbagsel / Seputarsumatera.com)

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat mampu mengembangkan potensi di sekitarnya menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan.

READ  Pertamina Patra Niaga dan MEPS Perkuat Kerja Sama, Dukung Keandalan Operasional Kilang

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat potensi lokal sebagai tanaman yang mudah ditemui, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap Kelompok Sahabat Kreatif dapat tumbuh mandiri dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar,” ujar Rusminto.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus menghadirkan program pemberdayaan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).