Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Raih 39 Penghargaan EPSA 2026, Tegaskan Komitmen Inovasi Berkelanjutan

Berita24 Dilihat

Palembang, Seputarsumatera.com –  Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan operasional kembali mendapat pengakuan.

Sebanyak 39 penghargaan berhasil diraih dalam ajang Environmental Performance and Safety Award (EPSA) 2026, yang diselenggarakan Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro di The Suri Ballroom, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).

EPSA merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada perusahaan atas inovasi dan komitmen dalam bidang keberlanjutan, lingkungan, keselamatan, dan teknologi hijau.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam menjadikan aspek lingkungan, keselamatan, pemberdayaan masyarakat.

Serta pemanfaatan teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan.

Dalam ajang tersebut, penghargaan diraih melalui tujuh kategori inovasi, yakni Community Development, Eco-Cycle Innovation, Hydro Smart Innovation, Ecosystem Protection, Green Power Innovation, Low Carbon Innovation dan Eco-Hazard Innovation.

Penghargaan tersebar di berbagai unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, yang mencakup wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, hingga Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kategori Community Development, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel meraih 11 penghargaan, terdiri atas dua predikat gold.

READ  Jaga Kelancaran Pasokan Nasional, BPH Migas Pastikan Keandalan Produksi BBM Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai

Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam.

Lima predikat silver diraih Fuel Terminal (FT) Pulau Baai, FT Baturaja, IT Palembang, IT Panjang dan AFT Depati Amir, serta empat predikat bronze melalui FT Lahat, FT Jambi, FT Lubuklinggau dan AFT Sultan Thaha.

Pada kategori Eco-Cycle Innovation, sebanyak 5 penghargaan berhasil diraih, dengan predikat silver, melalui FT Lubuklinggau serta predikat bronze melalui FT Pulau Baai, FT Baturaja, IT Palembang dan IT Panjang.

Pada kategori Hydro Smart Innovation,  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperoleh 8 penghargaan.

Yang terdiri atas satu predikat silver melalui IT Panjang dan tujuh predikat bronze melalui FT Pulau Baai, FT Baturaja, IT Palembang, FT Lahat, FT Jambi, AFT SMB II dan AFT Sultan Thaha.

Untuk kategori Ecosystem Protection menghasilkan 4 penghargaan, yakni satu predikat silver melalui FT Jambi, serta tiga predikat bronze melalui IT Panjang, IT Pangkal Balam dan AFT Depati Amir.

Pada kategori Green Power Innovation, sebanyak 5 penghargaan berhasil diraih. IT Pangkal Balam memperoleh predikat silver, sementara predikat bronze diraih FT Lahat, AFT SMB II, AFT Sultan Thaha dan AFT Depati Amir.

READ  3 Hari Semarak FESyar Sumatera 2026, Kuatkan Sinergi untuk Pertumbuhan Ekonomi Syariah Berkelanjutan

Pada kategori Low Carbon Innovation, 4 penghargaan diraih melalui predikat bronze oleh FT Jambi, FT Lubuklinggau, AFT SMB II dan AFT Sultan Thaha.

Sementara pada kategori Eco-Hazard Innovation, 2 predikat bronze diraih AFT SMB II dan AFT Sultan Thaha.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan 39 penghargaan tersebut bukan sekadar capaian.

Melainkan refleksi dari budaya inovasi yang terus dibangun di seluruh unit operasional.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi baginya, untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana setiap inovasi mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Rusminto.

Menurutnya, keberlanjutan tidak dapat dibangun melalui satu inovasi atau satu unit saja, melainkan membutuhkan konsistensi dan kolaborasi dari seluruh elemen perusahaan.

Capaian tersebut, lanjutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

READ  Panitia Khusus DPRD Prov. Sumsel Bahas LKPJ Gubernur Tahun 2022

“Kami akan terus mendorong setiap unit untuk melihat tantangan di sekitar wilayah operasional sebagai ruang untuk berinovasi, sehingga operasional perusahaan dapat tumbuh beriringan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Rusminto.

Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan bisnis.

Upaya tersebut mencakup pengembangan masyarakat, pengelolaan sumber daya air, perlindungan ekosistem, pemanfaatan energi bersih, pengurangan emisi karbon, hingga pengelolaan potensi bahaya lingkungan.

Capaian dalam EPSA 2026 sekaligus memperkuat kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.

Lalu, tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan.

Dengan semangat ‘Inovasi yang tidak berhenti pada penghargaan, tetapi terus menghadirkan dampak’, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan operasional perusahaan dan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah Sumbagsel.