Pertamina Optimalkan Distribusi BBM dan LPG di Aceh Melalui Skema Alternatif Pascabencana

Aceh, Berita537 Dilihat

JAKARTA, SEPUTARSUMATERA.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) terus mengupayakan pemulihan distribusi energi di sejumlah wilayah Aceh pascabencana, dengan menerapkan berbagai skema alternatif, baik untuk penyaluran BBM maupun LPG.

Untuk komoditas LPG, kendala distribusi terjadi di beberapa wilayah Aceh akibat terbatasnya akses logistik pascabencana.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina telah menyalurkan LPG melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh dengan total pengiriman mencapai 990 metrik ton LPG.

READ  Dirut Pertamina Drilling Ajak Mahasiswa Jaga Masa Depan Energi Negeri

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan LPG bagi masyarakat dan mempercepat proses pemulihan distribusi di wilayah terdampak.

Untuk komoditas BBM, kendala distribusi terjadi di wilayah Aceh Tamiang. Pertamina melakukan penguatan suplai dengan mengoptimalkan jalur distribusi, yang masih memungkinkan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Ada dua SPBU di Aceh Tamiang yang beroperasi dengan dukungan genset sebagai sumber listrik, karena kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih.

READ  Tinjau Fuel Terminal Reo Pascagempa NTT, Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Ketangguhan Pejuang Energi

Selain itu, penyaluran BBM juga dilakukan melalui skema canting, yaitu penyaluran BBM dari drum dengan metode sedot manual, sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM di tengah keterbatasan sarana operasional.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan, serta mengatur waktu pembelian agar tidak dilakukan secara bersamaan.

READ  Puluhan Ribu Warga Miskin Pekerja Rentan di Musi Banyuasin Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw berkata, seluruh upaya pemulihan distribusi energi dilakukan secara bertahap dan kolaboratif.

“Pemulihan distribusi energi di wilayah terdampak bencana terus dilakukan bersama berbagai pihak dan difokuskan pada skala prioritas, seperti operasional fasilitas layanan publik, rumah sakit, serta kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat,” ucap Fahrougi.